Rasta Diganti Warung Elektronik, Data Penerima Masih Divalidasi

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Program bantuan untuk rakyat miskin, yakni program beras untuk keluarga sejahtera atau rasta tak lama lagi akan dihapus dan akan diganti bantuan non-tunai warung elektronik atau E-Warong, dimana masyarakat miskin penerima manfaat akan menerima bantuan sebesar Rp110 ribu per bulan melalui tranfer rekening.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali, Sugianto menjelaskan, dengan program ini, penerima manfaat dapat mengatur sendiri kebutuhannya. Selain untuk mengganti pembangian beras, uang tersebut juga dapat dibelanjakan untuk membeli kebutuhan pokok lainnya.

Karena distribusi lewat transfer bank dan dibelanjakan melalui kartu, diharapkan pembagian bantuan sosial tersebut lebih tepat sasaran. Meski demikian, salah satu pekerjaan rumah yang mesti dilakukan yakni verifikasi dan validasi data kemiskinan sehingga ada data valid penerima manfaat.

Menurut Sugianto, masih ada dua data kemiskinan di Boyolali yang belum selaras. Jika menggunakan data rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) yang menjadi dasar penerima program Rasta, jumlah penerima manfaat yakni sebanyak 70.583 kepala keluarga (KK).

Namun jika menggunakan data Basis Data Terpadu (BDT) dari Kementerian Sosial, jumlahnya mencapai 122.252 KK. "Kami masih menyelesaikan verifikasi dan validasi data kemiskinan di Boyolali agar benar-benar valid dan menjadi data tunggal," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan penanganan Fakir Miskin Dinsos Boyolali, Hanik Qoiyimah menjelaskan, data kemiskinan berbagai program pemerintah masih menggunakan data lama, yakni berdasar basis data PPLS 2011 dan BDT 2015. Padahal dalam kurun waktu tersebut banyak terjadi perubahan, semisal pindah domisili, meninggal, atau taraf kehidupannya sudah meningkat.

Agar data valid, diperlukan data berbasis sistem teknologi informasi (TI) yang sudah terbarukan. Data yang sudah terverifikasi dan validasi disistem inilah yang akan menjadi acuan Pemerintah dalam memberikan bantuan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) 2018. "Saat ini Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pendamping PKH, melakukan verifikasi dan validasi ke lapangan," katanya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI