Ratusan Karyawan Aqua Klaten Tuntut Kenaikan Upah

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN , KRJOGJA.com – Ratusan karyawan PT Tirta Investama (pabrik Aqua) Klaten menuntut kenaikan upah/kesejahteraan. Tuntutan tersebut merupakan persoalan lama yang hingga kini belum terselesaikan.

Ketua Pengurus Cabang Serikat Pekerja Danone Aqua Grup (SPDAG) Klaten Agus Hibban, Bagian Industrial SPDAG Klaten Husain dan Ketua Pengurus Daerah SPDAG Jateng-DIY Samsul mengemukakan, pasca aksi mogok kerja yang dilakukan para karyawan pada September 2018 lalu, para karyawan terus menyuarakan tuntutan mereka. Dari pihak perusahaan meminta agar penyelesaian tuntutan karyawan itu dengan mengedepankan dialog. Namun demikian, hingga saat ini belum ada realisasi kenaikan upah/kesejahteraan.

Pada pertemuan Senin (23/9,2019) serikat kembali mempertanyakan kenaikan kesejahteraan tersebut. Namun demikian, juga belum ada jaminan untuk tambahan penghasilan bagi para karyawan Aqua di Klaten.

Pertemuan antara lain untuk pengenalan pengurus baru serikat tersebut, dihadiri Pengurus Cabang SPDAG Klaten, Agus Hibban, Agus Tri, dan Husain. Dari Pengurus daerah Jateng-DIY hadir Samsul (ketua), Setyo, Santi, Marjoko, dan juga dihadiri pengurus dari Depo. Pihak manajemen Aqua Klaten diwakili Kabag HR Andi Seto dan jajaranya.

Lebih lanjut para pengurus SPDAG tersebut menjelaskan, setiap dialog pihak manajemen selalu berkutat alasan UMK, padahal kenaikan kesejahteraan karyawan bisa dilakukan dengan cara anomali, yang telah diatur dalam perjanjian kerja bersama (PKB).

“Proposal sudah resmi kami ajukan setahun lalu. Anomali itu bisa dilakukan karena kesenjangan upah DIY-Jateng terutama Klaten, dengan daerah lain sangat jauh sekali. Anomali, itu diatur dalam perjanjian kerja bersama antara manajemen dan serikat. Kami merasa diulur terus agar tidak ada aksi, agar perusahaan mendapatkan Proper emas. Apa manfaatnya penghargaan itu bagi karyawan kalau kesenjangan upah karyawan sampai sekarang tidak diperhatikan,” jelasnya.

Terkait tuntutan karyawan tersebut, Kabag HR Aqua Klaten Andi Seto sebelumnya kepada KR mengemukakan, dari sisi besaran nilai UMK yang biasanya kena potong pajak, namun di Aqua diberikan tanpa potongan. “Dari sisi Danone Aqua sendiri diterapkan paling rendah plus seratus. Khusus Klaten sudah sejak dua tahun lalu sudah naik mungkin sudah duaratus. Jadi dari sisi besaran, Aqua Klaten dibandingkan Aqua yang lain, sudah leading. Cuma masalahnya ya karena UMK Klaten itu rendah,” kata Andi Seto.

Lebih lanjut dijelaskan, secara aturan dan besaran nilai, upah di Aqua Klaten tidak bermasalah. Seto meminta karyawan untuk mencerna hal tersebut, sehingga jangan hanya berpegang pada tuntutan. Sehubungan hal itu, lanjut Seto, terus diupayakan solusi, namun hal ini butuh proses. (Sit)

BERITA REKOMENDASI