Ratusan Kios dan Los di Pasar Ir Soekarno Dibiarkan Kosong

SUKOHARJO,KRJOGJA.com – Ratusan kios dan los di Pasar Ir Soekarno sampai sekarang masih terlihat kosong. Pedagang yang sudah mendapatkan hak sewa kios dan los memilih menutup usahanya karena berbagai alasan. Meski begitu mereka tetap wajib membayar retribusi.

Lurah Pasar Ir Soekarno Tri Sukrisno, Minggu (7/5/2017) mengatakan, dari data diketahui ada 262 kios dan 144 los yang sampai sekarang masih ditutup. Jumlah tersebut sudah mengalami perubahan sejak Pasar Ir Soekarno kali pertama digunakan pedagang sejak beberapa tahun lalu.

Dalam perkembanganya jumlah kios dan los tutup terus mengalami peningkatan setiap tahun. Kios dan los tersebut sebenarnya dari data pengelola Pasar Ir Soekarno sudah ada penggunanya baik milik Pemkab Sukoharjo maupun pedagang.

“Kalau kios dan los itu sepenuhnya milik Pemkab Sukoharjo. Sedangkan pedagang hanya diberi hak sewa atau pengguna saja. Namun banyak yang dibiarkan kosong tidak ditempati berdagang,” ujar Tri Sukrisno.

Data dari pengelola Pasar Ir Soekarno diketahui total da 636 unit kios. Rincianya, pedagang lama berizin ada 563 unit, disewakan untuk pedagang baru 31 unit, milik Pemkab Sukoharjo 42 unit.
Dari jumlah tersebut sebanyak 262 unit kios dibiarkan masih kosong sampai sekarang. Sedangkan kios yang sudah dan masih terus dipakai berdagang pedagang ada 374 unit saja.

“Dari total 636 unit kios yang terpakai hanya 374 unit. Sedangkan 262 unit kosong,” ujar Tri Sukrisno.

Untuk los total ada 387 unit tersedia di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo. Rinciannya, ditempati pedagang lama berizin 350 unit, disewakan pedagang baru 4 unit, milik Pemkab Sukoharjo 33 unit.

Diketahui pula dari data pengelola pasar untuk los yang kosong ada sebanyak 144 unit. Artinya dari total 387 los hanya ada 243 saja yang dipakai pedagang.

Banyaknya kios dan los kosong membuat pihak pengelola Pasar Ir Soekarno harus bekerja keras. Salah satunya berkaitan dengan penarikan retribusi. Sebab kondisi kios dan los kosong sebelumnya membuat pedagang enggan membayar. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI