Ratusan Pendekar Mengamuk Rusak Rumah Warga

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN (KRjogja.com) – Suasana perkampungan Dukuh Ngeseng, uDesa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Klaten, Senin malam (29/8/2016), mencekam. Pasalnya, ratusan massa mendatangi perkampungan lalu mengamuk dan merusak rumah warga.

 

Polres Klaten yang mendapatkan laporan langsung menuju lokasi kejadian dibantu personil TNI. Ratusan massa berhasil dihalau menjauh dari perkampungan. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Klaten untuk dimintai keterangan.

Kapolres Klaten, AKBP Faizal, mengatakan, sekelompok massa yang mengamuk dan merusak rumah warga tersebut dari perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT). Ada sekitar 300-an orang dari Yogyakarta dan Soloraya. Mereka membawa senjata tajam, pentungan, dan lainnya.

Dikatakan, pemicu awal kejadian tersebut adalah perkelahian salah satu anggota PSHT dengan salah satu warga Dukuh Ngeseng yang terjadi pada Minggu malam (28/8/2016). Perkelahian itu telah ditangani dengan upaya damai.

“Kejadian (pengrusakan) malam ini (Senin malam) pasti ada yang memprovokasi. Sudah kami amankan. Bagi yang terbukti membawa senjata tajam, melakukan pengrusakan, provokasi, kami proses. Mereka yang tidak terbukti dipulangkan,” ujarnya.

Ketua Cabang PSHT Sleman Yogyakarta, Bimo Subandi Murbo Dinoto, didampingi Ketua Ranting PSHT Ceper Klaten, Marino mengatakan, kejadian tersebut diluar sepengetahuan pengurus PSHT. Kendati demikian pengurus PSHT siap mengganti kerugian kerusakan akibat kejadian tersebut. Sebagai antisipasi agar kejadian tidak terulang, pihaknya akan berkoordinasi ke semua jajaran pengurus PSHT. (M-7)

 

 

BERITA REKOMENDASI