Rawa Jombor Dikembalikan ke Fungsi Irigasi dan Pengendali Banjir

Editor: Ary B Prass

KLATEN, KRJOGJA.com –  Melalui program revitalisasi, Rawa Jombor di Desa Krakitan, Bayat, Klaten,  akan dikembalikan ke fungsi dasar. yakni sebagai infrastruktur irigasi guna menopang pasokan air lahan pertanian.

Hal itu dikemukkan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Klaten, Harjaka, Senin (28/6/21) terkait akan berjalannya tahapan pembangunan Rowo Jombor seluas 198 hektar tersebut.

“Kawasan Rawa Jombor direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi dasarnya yang sudah mengalami penurunan . Baik fungsi bangunan, ekonomi maupun sosial.  Di sini sangat tampak sekali penurunan fungsi bangunan dari waduk seperti yang dulu sebagai fungsi irigasi dan pengendali banjir namun kini sudah  bergeser ke kepentingan yang lain.  Sekarang Rawa Jombor menjadi  obyek peternakan ikan karamba, warung apung dan wisata. Harapan ke depan, Rawa Jombor dikembalikan ke fungsi semula, dengan revitalisasi,” kata Harjaka.

Terkait kondisi terkini, Harjaka menerangkan kalau kondisi Rawa Jombor saat ini sudah banyak mengalami  sedimentasi.  Faktor penyebabnya sangat banyak, salah satunya akibat membusuknya enceng gondok.

Kondisi rawa saat ini perlu perhatian serius.  Pembusukan enceng gondok,  keberadaan warung apung dan karamba ditengarai menjadi faktor-faktor penting terjadinya sedimentasi. Hal ini menyebabkan  berkurangnya cakupan luasan permukaan air.

“Pencemaran sampah dari air yang masuk ke rawa juga berdampak sedimen, sehingga akan mempengaruhi volume tampungan waduk.  Hal ini yang perlu dipahami masyarakat akan pentingnya revitalisasi,’’ jelas Harjaka.

Revitalisasi Rawa Jombor Klaten tahap kedua akan menelan anggaran Rp 50 miliar, bersumber APBN melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.  Proyek akan diprioritas pada penguatan bendungan, fasilitas pedistrian jogging track, penataan lingkungan termasuk warung apung dan karamba. (Sit)

BERITA REKOMENDASI