Rawan Kecelakaan, Perempatan Jalan Nanas Akan Dievaluasi

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Perempatan di Jalan Nanas, Kelurahan Siswodipuran, Boyolali Kota, menjadi salah satu titik yang rawan lakalantas sehingga dinilai perlu diberi marka. Terakhir pada Senin (10/7) siang, sebuah truk pengangkut tabung elpiji bertabrakan dengan sebuah minibus yang merusak kendaraan serta salah satu rumah seorang warga setempat.

Febriani (21), warga yang rumahnya rusak akibat insiden kecelakaan tersebut mengatakan, seringnya kejadian laka di titik tersebut bahkan sampai ia hitung. Pada medio Desember hingga Januari lalu, ayahnya mencatat sebanyak 40 kecelakaan terjadi di perempatan tersebut. ia pun sudah mengirimkan surat permohonan kepada pihak Dishub, Satpol PP dan kelurahan agar perempatan tersebut dibenahi untuk meminimalkan potensi kecelakaan. Namun surat tersebut belum berbalas.

Sementara dalam sepekan terakhir, ia mencatat setidaknya sudah ada delapan kecelakaan di perempatan tersebut. Paling banyak laka antara mobil dan motor. Sedang selama dua tahun terakhir, rumahnya sudah tiga kali rusak karena kejadian laka tersebut.

“Baru tadi pagi saya buat surat lagi ke Dishub dan instansi lain agar perempatan diberi marka, misal polisi tidur atau kalau perlu lampu traffic light. Ini sudah ada kejadian laka lagi yang membuat rumah saya rusak,” katanya.

Kejadian laka yang merusak rumah Febriani pada Senin siang terjadi ketika sebuah truk pengangkut tabung gas elpiji bernopol AD 1504 MU yang melintas dari arah barat, menabrak sebuah minibus bernopol H 8314 CF yang hendak menyeberang dari arah utara. Akibatnya, truk terpental ke arah kanan, menaiki trotoar sebelum terguling dan merusak teras rumah. Sementara mobil minibus juga tersangkut ke trotoar dan ringsek di bagian samping. Selain kerusakan material, beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Boyolali, Untung Raharjo mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Satlantas untuk meminimalisir kecelakaan di lokasi tersebut, apakah dengan pemasangan sarana rambu-rambu ataupun rekayasa lalin. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan evaluasi rekayasa lalin secara keseluruhan di wilayah Kota Boyolali, termasuk di Jalan Nanas, yang saat ini makin ramai karena kerap dilintasi kendaraan dari arah luar kota.

“Akan segera kami evaluasi,” kata Untung. (R-11)  

 

BERITA REKOMENDASI