Razia Satpol PP, Ratusan Botol Ciu Siap Kirim Ke Blitar Disita

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Ratusan botol minuman keras (miras) jenis ciu disita petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo dalam sebuah razia di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban. Miras tersebut rencananya akan dikirim oleh pemiliknya untuk dijual di wilayah Blitar, Jawa Timur. Pengiriman miras lintas daerah tersebut akhirnya bisa digagalkan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Selasa (9/7/2019) mengatakan, Satpol PP Sukoharjo rutin menggelar razia dengan sasaran peredaran miras jenis ciu disemua wilayah. Sasaran petugas pada kegiatan yang digelar Selasa (9/7/2019) di wilayah Kecamatan Mojolaban. Petugas saat menyisir di wilayah Desa Bekonang menemukan ratusan botol miras jenis ciu.

Ciu tersebut dikemas rapi dalam botol air mineral kemasan 1,5 liter dan dimasukan ke dalam kardus. Barang tersebut siap dikirim dengan daerah tujuan ke Blitar, Jawa Timur. Pemilik ratusan botol miras jenis ciu tersebut dua orang remaja. Mereka sengaja datang dari daerah asalnya Blitar, Jawa Timur ke Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah untuk kulakan miras jenis ciu.

Kedua remaja pemilik ratusan botol miras jenis ciu tersebut ikut diamankan petugas Satpol PP Sukoharjo saat razia. Selain itu juga disita ratusan botol miras jenis ciu sebagai barang bukti.  Dua remaja tersebut sudah didata dan dimintai keteranganya.

Ratusan botol miras jenis ciu tersebut dibeli kedua remaja dari seorang pengepul asal Bekonang, Mojolaban. Satu botol ciu oplosan dibeli dengan harga Rp 15 ribu. Kemudian di Blitar satu botol itu dijual kembali dengan harga Rp 50 ribu. 

"Satpol PP Sukoharjo berhasil menggagalkan pengiriman ratusan botol miras jenis ciu ke Blitar, Jawa Timur setelah melakukan razia di wilayah Bekonang, Mojolaban," ujarnya.

Miras jenis ciu yang disita petugas berisi berbagai campuran oplosan. Bahan yang dipakai sesuai keterangan pengepul berasal dari ciu murni, anggur, sitrid dan temulawak. Dari bahan-bahan tersebut belum diketahui kadar alkoholnya berapa persen. Namun untuk yang ciu murni sekitar 23 persen. 

"Jadi semua difermentasi lalu dioplos dan ada semacam gas. Ciu jenis ini kalau disimpan lama bisa meledak, karena ada kandungan gas di dalam botol," lanjutnya.

Satpol PP Sukoharjo saat razia juga sempat mengamankan seorang pengepul miras jenis ciu yang dibeli oleh kedua remaja. Pengepul tersebut sudah dimintai keterangan oleh petugas. Selanjutnya data yang bersangkutan diserahkan ke dinas terkait untuk mendapatkan pembinaan.

Hasil didapat petugas sesuai keterangan di lapangan diketahui bahwa pengepul yang diamankan saat razia bukan seorang perajin alkohol.  Sebab posisinya hanya sebagai pengepul dan menyediakan bahan untuk dijual pada konsumen dari luar kota. 

Dalam kasus ini posisi perajin mendapat sorotan tajam dari petugas karena sering ditemukan kasus penyalahgunaan. Sebab perajin tersebut sesuai izinnya harus membuat alkohol untuk kebutuhan medis. Namun dalam prakteknya ternyata ada beberapa diantara perajin justru membuat ciu. Hasil ciu inilah yang sering disalahgunakan sebagai miras dan dijual hingga ke luar daerah.

"Pelaku pelanggaran ini akan dijerat dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pengawasan, Pengendalian, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol di Kabupaten Sukoharjo," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI