Rekomendasi Belum Turun, DPC PDIP Sukoharjo Tetap Tunggu DPP

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – DPC PDIP Sukoharjo belum bisa memastikan kapan rekomendasi calon bupati dan calon wakil bupati yang akan maju dalam Pilkada 2020 keluar. Sebab hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan DPP PDIP. Meski belum turun, namun DPC PDIP Sukoharjo semakin intens menjalin komunikasi dengan partai politik (parpol) lain. 

Bendahara DPC PDIP Sukoharjo Wawan Pribadi, Rabu (29/1/2020) mengatakan, DPC PDIP Sukoharjo hingga sekarang masih terus menunggu turunya rekomendasi dari DPP PDIP terkait siapa yang akan diusung maju dalam Pilkada 2020. DPC PDIP Sukoharjo juga belum bisa memastikan kapan rekomendasi tersebut turun dan diterima. Sebab semuanya menjadi kewenangan penuh pusat khususnya DPP PDIP. 

“Kami di jajaran DPC PDIP Sukoharjo masih menunggu. Kapan rekomendasi turun itu kewenangan penuh DPP PDIP,” ujarnya. 

DPC PDIP Sukoharjo sekarang semakin intens mempersiapkan diri maju menghadapi Pilkada 2020. Salah satunya dari jajaran internal partai. Selain itu juga menjalin komunikasi dengan parpol lain. Komunikasi dilakukan baik secara formal maupun non formal beberapa waktu lalu. 

Komunikasi diperlukan mengingat pelaksanaan Pilkada 2020 September mendatang sudah semakin dekat. Selain itu pendekatan dengan parpol lain dilakukan untuk menambah kekuatan partai dalam menghadapi pemilu. 

“Soal koalisi dengan parpol mana kami belum bisa menentukan. Tapi komunikasi dengan parpol lain terus dijalin,” lanjutnya. 

Wawan mengatakan, DPC PDIP Sukoharjo dalam menghadapi Pilkada 2020 mengusung pasangan Etik Suryani-Agus Santosa (EA). Nama tersebut sudah diajukan ke DPP PDIP dan tinggal menunggu turunnya rekomendasi. 

“Kalau saya secara pribadi, optimis tetap pasangan EA yang dapat rekomendasi DPP PDIP. Sebab dukungan dari arus bawah semakin kuat. Selain itu elektabilitasnya juga tertinggi,” lanjutnya. 

Wawan menambahkan, nantinya tetap tegak lurus terhadap keputusan partai. Sebab siapa nama yang akan mendapat rekomendasi DPP PDIP maju Pilkada 2020 juga belum jelas. (Mam) 

BERITA REKOMENDASI