Resiko Kecelakaan, Jalan di Sukoharjo Kekurangan PJU

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Total kekurangan penerangan jalan umum (PJU) di Sukoharjo sebanyak 2.000 lebih unit. Dipastikan pemenuhan kekurangan PJU tersebut belum mampu dipenuhi tahun ini karena kekurangan anggaran. Akibatnya kondisi jalan disejumlah wilayah gelap. Secara keseluruhan total PJU yang sudah terpasang disemua wilayah Sukoharjo sebanyak 20.000 unit dengan rincian 3.000 unit dipasang Pemkab Sukoharjo dan 17.000 unit dipasang pemerintah desa dan warga.

Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Agus Purwanto, Rabu (26/2/2020) mengatakan, DPUPR Sukoharjo sudah melakukan pemetaan dan pendataan kebutuhan PJU disemua wilayah di Sukoharjo. Hasilnya ada kekurangan kebutuhan sebanyak 2.000 lebih unit PJU dan belum tertanggani sampai sekarang. Bahkan kekurangan tersebut belum bisa terpenuhi dan akan bertambah jumlahnya karena hingga akhir tahun ini kemungkinan belum tertangani akibat keterbatasan anggaran.

Pemenuhan kekurangan sebanyak 2.000 unit PJU membutuhkan dana sangat besar. Kebutuhan tersebut belum terpenuhi pada anggaran tahun ini. DPUPR Sukoharjo rencananya untuk memenuhi kebutuhan akan mengajukan anggaran lagi melalui APBD Sukoharjo tahun depan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah jalan yang belum terpasangi PJU menjadi gelap. Akibatnya membuat tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas dan tindak kejahatan tinggi. DPUPR Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalan tersebut.

“Total kekurangan PJU disemua wilayah di Sukoharjo sebanyak 2.000 unit. Kebutuhan tersebut memang sangat tinggi dan membutuhkan anggaran besar untuk merealisasikannya,” ujarnya.

Titik kekurangan PJU banyak ditemukan di wilayah perbatasan atau jalur alternatif di pinggiran. Titik tersebut sekarang masih gelap dan belum tertangani. Wilayah tersebut seperti di jalur Songgorungi, Nguter-Malangan, Bulu, Mojolaban-Bendosari.

DPUPR Sukoharjo sendiri melakukan pemasangan PJU memprioritaskan di jalur utama atau jalan raya. Hal itu dilakukan mengingat jalur tersebut menjadi prioritas digunakan masyarakat. Selain itu juga padat arus lalu lintas kendaraan.

Jalur utama yang mendapat prioritas pemasangan PJU seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Sukoharjo Kota, Jalan Ir Soekarno, Solo Baru, Grogol dan lainnya. Jalur tersebut sudah dalam kondisi terang setelah banyak dipasang PJU.

Pada tahun 2020 ini kekurangan sebanyak 2.000 unit PJU baru akan terpenuhi sebanyak 14 unit PJU saja. Sebab Pemkab Sukoharjo hanya akan menambah sebanyak 14 unit PJU disejumlah lokasi. Beberapa ruas jalan sudah dipetakan untuk dipasang tambahan PJU.

Penambahan PJU sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerangan bagi pengguna jalan yang melintas. Pemkab juga tengah berupaya mengajukan bantuan anggaran ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng maupun pusat untuk pemenuhan kebutuhan PJU. Namun pengajuan bantuan anggaran ini terganjal kewenangan status jalan milik daerah.

“Tahun ini baru ada penambahan 14 unit PJU dari total kekurangan kebutuhan 2.000 unit PJU,” lanjutnya.

Secara keseluruhan total PJU yang sudah terpasang disemua wilayah Sukoharjo sebanyak 20.000 unit dengan rincian 3.000 unit dipasang Pemkab Sukoharjo dan 17.000 unit dipasang pemerintah desa dan warga. Pemasangan PJU tersebut dilakukan selain Pemkab Sukoharjo untuk memenuhi kebutuhan di jalan. Apabila semua dibebankan ke Pemkab Sukoharjo maka beban biaya yang ditanggung sangat besar. (Mam)

BERITA TERKAIT