Rombongan Pertama Jamaah Haji DIY Tiba Besok

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Jamaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 3.000an jamaah yang tergabung dalam sembilan kelompok terbang (kloter) secara berturut-turut akan dipulangkan ke tanah air mulai Kamis (14/09/2017) besok hingga Sabtu (15/09/2017).

Jamaah asal DIY yang akan pertama tiba yakni dari Kloter 23 asal Gunungkidul yang dijadwalkan mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, pada Kamis pagi, disusul kloter 24 asal Kota Yogyakarta dan kloter 25 asal Sleman mendarat pada hari yang sama. Untuk hari Jumat, yang akan tiba di tanah air adalah dua kloter asal Sleman dan satu kloter asal Bantul. Sementara untuk kloter terakhir asal DIY, yakni kloter 31 yang anggotanya terdiri dari jamaah haji asal Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta, dijadwalkan mendarat pada Sabtu (16/09/2017) sore.

Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Afief Mundzir menjelaskan, pemulangan jamaah haji asal DIY akan dipulangkan secara berurutan selama tiga hari ke depan. Berdasarkan informasi terakhir yang ia terima, untuk Kloter 23 asal Gunung Kidul seluruh anggotanya utuh.

Tak ada jamaah yang meninggal atau mesti ditinggal di Arab Saudi karena menderita sakit. Sementara untuk jamaah asal DIY yang meninggal di tanah suci sebanyak tiga jamaah,yakni satu jamaah dari kloter 25 dan dua jamaah dari kloter 30, semuanya dari Sleman. Sedang ‎untuk total jamaah asal Jateng-DIY yang meninggal sampai saat ini sebanyak 67 jamaah.

"Ada satu jamaah yang wafat di Asrama Haji sesaat sebelum pemberangkatan, dua jamaah wafat di pesawat saat proses pemulangan, dan lainnya wafat di tanah suci," terangnya kepada KRJOGJA.com, , Rabu (13/09/2017).

Terkait kondisi jamaah pasca kepulangan, sambung Afief, sampai saat ini berdasat pemeriksaan dan laporan dari daerah, ‎belum ditemukan indikasi atau temuan penyakit yang mungkin tertular dan terbawa oleh jamaah haji asal Jateng-DIY , semisal hepatitis, Mers-Cov, ataupun penyakit lainnya. Penyakit-penyakit tersebut diwaspadai, sebab bisa saja jamaah haji asal Indonesia tertular oleh jamaah dari luar negeri saat berinteraksi di tanah suci. "Sampai hari ini belum ada temuan dan harapannya tak ada temuan hingga pemulangan kloter terakhir nanti," tambahnya.

Untuk pengawasan kesehatan jamaah selama prosesi ibadah haji dilakukan secara rutin. Afief menerangkan, tiap kloter mempunya satu dokter dan dua perawat yang terus memantau kondisi kesehatan jamaah di masing-masing kloter.

Diinformasikan, pemulangan sebanyak 33.892 jamaah haji asal Jateng-DIY yang diberangkatkan melalui Embarkasi Solo berlangsung selama 30 hari. Kloter pertama sudah tiba di tanah air pada 7 September kemarin. Sedang kloter 95 yang menjadi kloter terakhir akan terus tiba di tanah air pada 6 Oktober mendatang. (Gal)

BERITA REKOMENDASI