Rombongan Pertama Jamaah Haji Jateng-DIY Tiba Di Tanah Air

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Tepat pukul 09.40 WIB, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 6530 yang mengangkut rombongan kelompok terbang (kloter) satu sebanyak 359 jamaah haji asal Banjarnegara, mendarat di Bandara Soemarmo, Boyolali, Kamis (07/09/2017). 

Proses pemulangan jamaah haji asal Jateng-DIY melalui Debarkasi Solo hingga 30 hari mendatang mendatang.  Meski mendarat tiga jam lebih lama dari jadwal semula karena kepadatan penerbangan di Bandara King Abdul Zaiz, Jeddah, Arab Saudi, keharuan para jamaah ‎pecah saat tiba di tanah air. Beberapa jamaah diantaranya langsung melakukan sujud syukur di panasnya landasan udara setalah 40 hari menunaikan ibadah haji di tanah suci. Usai mendarat, para jamaah langsung dibawa ke Asrama Haji Donohudan untuk diperiksa kesehatannya sebelum diantar ke daerah masing-masing.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, yang menyambut kepulangan kloter pertama di Asrama Haji Donohudan menyampaikan, meski nanti para jamaah sudah pulang ke masing-masing daerah, tim petugas kesehatan daerah wajib melakukan pemantauan kondisi kesehatan para jamaah. Selain untuk memastikan kondisi kesehatan para jamaah yang kelelahan usai melakukan ibadah di tanah suci, pengawasan juga dilakukan sebagai antisipasi penyakit-penyakit tertentu yang mungkin saja tertular dan terbawa oleh para jamaah, mengingat selama prosesi haji, para jamaah asal Indonesia berkumpul dan berinteraksi dengan jamaah dari berbagai negara. 

"Tim kesehatan daerah harus melayani dan memantau. Nanti tanggung jawabnya di kepala dinas kesehatan masing-masing daerah di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan," terang Wagub. 

Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Afief Mundzir menjelaskan, total jumlah jamaah Jateng-DIY yang diberangkatkan ‎sebanyak 33.892 jamaah yang terbagi dalam 95 kloter, berkurang dari rencana semula sebanyak 34.112 jamaah. Pengurangan ‎tersebut terjadi karena ada sebanyak 220 jamaah yang gagal berangkat, baik karena mutasi atau karena kesehatannya tak memenuhi syarat. (Gal)

BERITA REKOMENDASI