Rumah Sehat Mandan Dimaksimalkan Tangani Pasien Corona

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KROGJA.com – Rumah Sehat Covid-19 menggunakan Barak Dalmas Polres Sukoharjo di wilayah Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo tetap dimaksimalkan pemanfaatannya sebagai tempat isolasi mandiri kasus virus corona. Dalam penanganan tersebut melibatkan petugas gabungan dari sejumlah pihak. Mereka seperti dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), RSUD Ir Soekarno, Sukoharjo, Polres, Kodim 0726 Sukoharjo dan lainnya.

“Meski tingkat hunian pasien virus corona di Rumah Sehat Covid-19 di Mandan, Sukoharjo sekarang sedikit atau bahkan kosong, tapi keberadaanya tetap akan dimaksimalkan untuk penanganan pasien virus corona. Artinya terus dibuka dan dijaga petugas mengingat kasus positif virus corona sekarang masih tinggi,” ujar Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Senin (21/09/2020).

Pemkab Sukoharjo meminta pada petugas yang terlibat untuk melakukan penanganan penuh. Disisi lain juga mengawasi pasien kasus positif virus corona dengan ketat agar tidak terjadi penularan.

“Apabila menjalani isolasi mandiri di rumah maka wajib menaati aturan. Artinya tidak keluar rumah sampai dinyatakan sembuh oleh petugas. Kalau tidak maka akan dibawa ke Rumah Sehat Covid-19 di Mandan, Sukoharjo,” lanjutnya.

Wardoyo Wijaya menambahkan, sesuai data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo ada puluhan pasien menjalani isolasi mandiri di rumah. Meski di rumah pribadi namun tetap mendapat pengawasan ketat dari petugas.

“Gugus Tugas juga kami minta tegas, kalau ada pasien isolasi mandiri di rumah sendiri kedapatan keluar dan tidak menjalani protokol kesehatan maka bisa langsung membawanya pindah tempat isolasi di Rumah Sehat Covid-19 di Mandan, Sukoharjo,” lanjutnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, kondisi Rumah Sehat Covid-19 di Mandan, Sukoharjo memang kosong. Tidak ada pasien positif virus corona yang menjalani isolasi mandiri di Rumah Sehat Covid-19 di Mandan, Sukoharjo.

“Pasien kasus positif virus corona memang kebanyakan menjalani isolasi mandiri di rumah agar dekat dengan keluarga. Tapi mereka tetap mendapat pengawasan ketat dari Gugus Tugas tingkat kabupaten. Kami juga berkoordinasi dengan petugas ditingkat desa dan kelurahan membantu pengawasan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI