Rusunawa Brujul Tampung Warga Eksodus Nglano

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyiapkan satu twinblock rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Brujul, Jaten untuk menampung eksodus ratusan warga RT.04/RW.05 Dusun Nglano, Desa Ngijo, Tasikmadu. Mereka boleh tinggal secara cuma-cuma selama empat bulan sejak angkat kaki dari hunian liarnya di Pasar Nglano.

“Kalau untuk menampung 73 keluarga, jumlah kamar di rusunawa cukup,” kata Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Mei Subroto kepada KRjogja.com, Kamis (04/08/2016).

Hunian sementara di rusunawa Brujul tengah disiapkan di satu gedung twinblock yang saat ini masih menyisakan banyak kamar kosong. Ia mengakui butuh banyak pembenahan di gedung tersebut, terutama suplai air bersih mulai kamar di lantai dasar sampai atap gedung. Untuk diketahui, rusunawa berkapasitas 192 kamar tersebut diperuntukkan warga pendatang dan buruh yang bekerja di kawasan industri.

“Bebas biaya sewa selama empat bulan khusus bagi warga pindahan Pasar Nglano. Jika masih menghendaki tinggal setelah itu, akan ditarik sewa per bulan 10 persen dari UMK Kabupaten Karanganyar,” terangnya seraya menyebut timnya masih mendata kesediaan pindah sementara 73 keluarga ke rusunawa.

Mei berharap puluhan keluarga itu segera menyesuaikan dengan lingkungan begitu pindah ke rusunawa. Dalam hal ini, Pemkab menjamin penghidupannya selama empat bulan melalui bantuan lauk pauk setara uang makan Rp 22.500 per orang per hari.

Sebagaimana diberitakan, penggusuran 218 jiwa di 73 keluarga tersebut buntut revitalisasi Pasar Nglano. Mereka diminta pindah secepatnya dari aset pemerintah yang selama puluhan tahun ditempati magersari. (M-8)

Baca juga :

Penertiban Hunian Ilegal Gusur Warung Remang-remang

BERITA REKOMENDASI