Sampah Buangan Liar Kiriman Luar Daerah

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo memastikan temuan sampah buangan disejumlah wilayah perbatasan Sukoharjo berasal dari kiriman luar daerah. Hal itu diketahui setelah dilakukan koordinasi dengan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan serta masyarakat.

Sampah tersebut banyak ditemukan di pinggir jalan dan sungai. Pihak pemerintah desa dan kelurahan di Sukoharjo sendiri sudah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri.
Kepala DLH Sukoharjo Agustinus Setiyono, Minggu (12/1) mengatakan, DLH Sukoharjo pada awal tahun 2020 sudah menerjunkan petugas lapangan mendata dan mengecek langsung kondisi disejumlah wilayah rawan karena banyak ditemukan sampah buangan liar. Temuan tersebut sudah dikeluhkan masyarakat sejak lama dan disampaikan ke petugas.

Dalam pengecekan tersebut petugas juga memantau kondisi dilokasi pembuangan sampah liar. Pemantauan dilakukan dengan cara pengintaian pada jam rawan pembuangan sampah liar. Pada kegiatan tersebut DLH Sukoharjo juga melibatkan pemerintah desa dan kelurahan serta masyarakat setempat.

"Saat kami pantau kondisi sepi dan petugas sudah membersihkan sampah liar. Tapi begitu ditinggal sampah itu ada lagi karena pelaku membuang saat tengah malam atau subuh. Sampah itu kiriman dari luar daerah dan lokasi pembuanganya berada di wilayah perbatasan masuk Kabupaten Sukoharjo," ujarnya.

Volume sampah buangan liar dibeberapa tempat di wilayah perbatasan kondisinya masing masing berbeda. Sebab petugas ada yang menemukan dalam jumlah banyak, namun ada pula sedikit. 
Sampah liar ditemukan petugas berada di tanah pekarangan pinggir jalan dan sungai. Kondisi tersebut membuat DLH Sukoharjo prihatin mengingat keberadaan sampah liar menjadi sumber pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit.

"Kami tegaskan itu sampah liar kiriman atau buangan dari luar daerah. Sebab baik ditingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan di Kabupaten Sukoharjo sudah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Artinya sampah dikelola sendiri dan tidak sampai menyebabkan pencemaran," lanjutnya.

Pengelolaan sampah ditingkat desa sengaja dilakukan DLH Sukoharjo sejak lama sebagai bagian dari usaha menjaga kebersihan lingkungan. Sebab sampah masyarakat tidak harus langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo, Bendosari namun cukup ditangani ditingkat desa. Selain itu dalam pengelolaan masyarakat juga dilibatkan dengan pembentukan bank sampah hingga ditingkat RT/RW.

Program tersebut membuat Kabupaten Sukoharjo sering mendapat penghargaan Adipura dari pemerintah pusat. DLH Sukoharjo meminta kepada masyarakat untuk bisa terus menjaga kebersihan lingkungan.

"Pemerintah daerah lain khususnya yang berdekatan dengan Kabupaten Sukoharjo kami minta komitmennya menjaga kebersihan lingkungan bersama. Jangan sampai sampah buangan kiriman dibiarkan begitu saja. Perlu pencegahan bahkan penindakan," lanjutnya.

Upaya pencegahan dan penindakan sudah dilakukan DLH Sukoharjo terkait keberadaan sampah buangan liar. Seperti memasang papan larangan membuah sampah sembarangan hingga melibatkan aparat penegak hukum dalam menindak pelaku pembuang sampah liar. Hal itu dilakukan demi memberikan kesadaran dan efek jera bagi pelaku. 

"DLH Sukoharjo sudah berkoordinasi dengan petugas terkait khususnya dalam penindakan pelaku pembuang sampah liar sebagai efek jera," lanjutnya. (Mam)
 

BERITA REKOMENDASI