Satgas Mafia Pangan Monitoring Harga ‎Kebutuhan Pokok

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Antisipasi penyelewengan yang bisa mengakibatkan harga kebutuhan pokok melonjak, Satuan Tugas (Satgas) Mafia Pangan Polres Boyolali terus melakukan monitoring harga pangan dan ketersediaan stok pangan di sejumlah pasar tradisional dan minimarket di Boyolali.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, melalui Kasatreskrim AKP Miftakhul Huda , Kamis (11/05/2017) mengatakan, pengawasan harga dan ketersediaan stok secara intensif diperlukan untuk mencegah permainan harga. Jelang Bulan Ramadhan seperti sekarang ini rawan ulah nakal yang menimbulkan gejolak harga barang kebutuhan pokok seiring dengan permintaan konsumen yang meningkat.

"Harga dan kondisi kebutuhan pokok sekarang ini perlu diawasi untuk mencegah adanya kenaikan harga yang tidak wajar, misal adanya praktek penimbunan dan tindak penyelewengan lainnya," terang Kasat.

Dari hasil monitoring dan pengecekan yang dilakukan terhadap pedagang, distributor, hingga pengecer, sambungnya, harga kebutuhan pokok dinilai masih normal dan stoknya masih mencukupi kebutuhan pasar. Tak ditemukan indikasi penyelewengan yang bisa mempengaruhi harga ataupun ketersediaan stok barang.

"Meskipun ada beberapa barang kebutuhan pokok yang mengalami sedikit kenaikan, namun secara umum kondisinya masih stabil dan tidak terjadi gejolak," ungkapnya.

Berdasar monitoring Satgas Mafia Pangan Polres Boyolali, saat ini harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Boyolali diantaranya yakni beras Rp 9.000 hingga Rp 11.000, daging sapi berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu, gula pasir Rp 12.750, telur Rp 20 ribu/kg, cavai rawit merah Rp 35 ribu/kg, bawang merah Rp 30 ribu/kg dan kentang Rp 14 ribu/kg.

"Upaya monitoring ini akan terus kita lakukan untuk mencegah praktek-praktek ilegal yang akan merugikan masyarakat," tandasnya. (R-11)

BERITA REKOMENDASI