Satgas Mafia Pangan Mulai Bergerak

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satgas mafia pangan bentukan Polres Karanganyar langsung terjun memantau distribusi sembako di Pasar Jungke, Karanganyar, Senin (08/05/2017). Fluktuasi harga dan ketersediaan komoditas pangan menjadi poin penting menelusuri penimbun dan pengoplos.

Hal itu disampaikan Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak usai memberi pembekalan jajarannya. Sejak resmi dikukuhkan pada Senin (08/05/2017), anggota satgas bersama jajarannya menggali data ketersediaan bahan pangan berikut tingkat permintaan maupun penawaran di salah satu pasar tradisional di Karanganyar kota itu.

Sebelumnya, satgas berbekal laporan geliat jual beli di pasar tradisional yang akan disasar. “Untuk memonitor apakah ada spekulan. Indikasinya terjadi penimbunan dan pengoplosan,” katanya.

Di Karanganyar, satgas beranggota 25 personel dari sat Intelkam, Binmas dan Reskrim yang dikomando Kasatreskrim. Masa kerja satgas dimulai jauh hari sebelum Ramadan sampai setelah lebaran.

Kapolres menitikberatkan pada antisipasi penimbunan dan pengoplosan. Menurut Kapolres, permintaan pangan tinggi pada bulan suci kerap dimanfaatkan spekulan untuk meraup keuntungan dengan mengorbankan kepentingan masyarakat. Jika terbukti, satgas akan menindak pelaku, baik kartel ataupun pedagang nakal yang mencoba mencurangi penjualan kebutuhan pokok saat Ramadan hingga Lebaran.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, satgas terbagi tim penyelidikan, tim penegakan hukum dan tim deteksi. “Apabila ada indikasi tindak kriminal, satgas mafia pangan akan menyelidikinya. Tak hanya berkutat pada pasar tradisional, bahkan pengepul, produsen hingga pelaku pasar modern,” jelasnya.

Seiring hal itu, masyarakat diminta membantu satgas dengan melapor apabila menemui kejanggalan. Misalnya harga komoditas melampaui harga eceran tertinggi (HET) dan menghilangnya bahan pangan tertentu diikuti lonjakan harganya di salah satu penyedia pada hari berikutnya.

Di Pasang Jungke, harga bahan makanan kemasan relatif stabil. Namun untuk jenis sayuran mulai fluktuatif. “Hingga tiga pekan menjelang Ramadan, bahan makanan pokok tersedia. Cuman harganya menyesuaikan pasar. Namun rata-rata masih wajar. Kita akan terus menggali informasi,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI