Satlantas Boyolali Akan Tindak Tegas Balap Liar

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Keberadaan geng motor di kota-kota besar saat ini mulai merambah di daerah. Di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah kini sudah muncul keberadaan geng motor yang menggunakan knalpot blombongan. Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Boyolali akan menindak tegas pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot blombongan dan geng motor.

Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Dwi Panji Lestari saat mengatakan Satlantas Polres Boyolali akan mengambil kebijakan terkait maraknya gerombolan pemuda yang melakukan balap liar di wilayah Boyolali. Pihaknya akan menindak tegas aksi balap liar atau trek-trek’an tersebut.

Selain itu pihaknya akan melakukan pembinaan khusus kepada pemilik sepeda motor. Pemilik dapat mengambil sepeda motor asal sudah melengkapi sepeda motornya dengan standart pembawaan.

“Kami akan menindak tegas bagi geng motor yang melakukan trek-trekan dan pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong, bagi pemilik sepeda motor akan kita berikan pembinaan secara khusus dan apabila pemilik sepeda motor mau mengambil harus melengkapi sesuai standartnya,” ujar Kasat Lantas Boyolali, AKP Dwi Panji Lestari di mapolres setempat, Senin (18/01/2021).

Dwi Panji menjelaskan operasi itu dilakukan untuk memberikan efek jera bagi masyarakat atau gerombolan pemuda yang melakukan balap liar. Pihaknya siap melakukan patroli pada jam-jam rawan dimana kelompok geng motor melakukan aksinya, bagi pengendara yang membawa kendaraan dengan knalpot bising tersebut dikenakan sanksi tilang.

“Kita akan melakukan patroli di pagi hari, siang hari, malam hari dan dini hari, semua motor menggunakan knalpot brong akan kami tahan. Pengguna knalpot breng membuat warga tidak nyaman dengan suara yang bising,” terangnya.

Dwi menegaskan tidak ada toleransi sekecil pun bagi mereka yang nekat melakukan aksi balap liar dan sepeda motor dengan knalpot blombongan. Menurutnya geng motor dan sepeda motor yang memakai knalpot bising kebanyakan dari kabupaten tetangga

“Untuk identitas yang berhasil kita amankan beberapa pemuda berasal dari daerah lain, ada juga yang dari Boyolali. Tetapi hampir 50 persen pemilik knalpot brong dan aksi balap liar adalah pelajar. Oleh karenanya, dia mengimbau anak sekolah untuk memakai knalpot standar,” pungkasnya. (*_1/Sit)

BERITA REKOMENDASI