Satpol PP Incar Pelaku Pemasang Reklame Liar

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pelaku pemasang reklame liar diusulkan untuk mendapatkan sanksi lebih tegas seperti denda atau hukuman kurungan dan lainnya sebagai bentuk efek jera. Selama ini penindakan hanya dilakukan dengan pencopotan paksa saja. Di Sukoharjo sendiri potensi kerugian akibat reklame liar sangat besar.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Rabu (21/03/2018) mengatakan, potensi kerugian reklame liar pada tahun lalu sangat besar mencapai Rp 100 juta perbulan. Artinya dalam satu tahun nilainya tembus Rp 1,2 miliar. Keberadaan reklame liar membuat Pemkab Sukoharjo mengalami kerugian besar.

Satpol PP Sukoharjo terus berupaya untuk menekan keberadaan reklame liar maupun potensi kerugian. Bentuknya yakni dengan memperbanyak kegiatan penertiban berupa pencopotan paksa reklame liar.

Upaya tersebut dinilai Satpol PP Sukoharjo sudah tepat karena bisa menekan potensi kerugian. Namun disisi lain Heru Indarjo mengatakan belum mamksimal dalam memberi efek jera ke para pelaku pemasang reklame liar.

Satpol PP Sukoharjo mencari cara agar pelaku pemasang reklame liar bisa jera dengan memberikan sanksi lebih tegas. Bentuknya bisa pengenaan denda maupun kurungan dan diproses sidang tindak pidana ringan (tipiring).

Untuk proses tersebut Satpol PP Sukoharjo sedang mempelajari aturan yang berlaku baik Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Bupati (Perbup) dan lainnya. Kejelasan aturan penting sebagai dasar menjerat pelaku pemasang reklame liar.

"Usaha menurunkan potensi kerugian dan sebaran reklame liar terus kami lakukan. Tapi tidak kalah penting yakni memproses dan memberi sanksi lebih tegas dengan pemberian denda dan kurungan sebagai efek jera. Sekarang sedang kami pelajari aturannya apakah memungkinkan atau tidak diterapkan," ujar Heru Indarjo.

Pemasangan reklame apabila dilakukan sesuai aturan maka bisa memberikan pendapatan bagi Pemkab Sukoharjo dari sektor pajak atau retribusi. Nilainya besar termasuk nilai potensi kerugian dari reklame liar.

"Misal nilai potensi kerugian reklame liar Rp 1,2 miliar dalam satu tahun bisa dikelola menjadi pendapatan daerah maka akan menguntungkan Pemkab Sukoharjo," lanjutnya.

Sementara itu dalam penertiban di wilayah Kecamatan Gatak, Baki dan Kartasura kemarin Satpol PP Sukoharjo melakukan pencopotan puluhan reklame liar. Nilai kerugian akibat reklame liar diperkirakan mencapai belasan juta.

"Hampir setiap hari Satpol PP Sukoharjo menyebar anggota melakukan penertiban reklame liar untuk menekan nilai kerugian. Posisi sekarang sudah turun dari sebelumnya Rp 100 juta tinggal Rp 9 juta perbulan," lanjutnya.

Nilai kerugian tersebut muncul disebabkan karena pemasangan reklame liar tidak menggunakan aturan. Pemasang tidak mengajukan izin resmi dan membayar retribusi atau pajak. Reklame hanya dipasang begitu saja disejumlah titik. (Mam)

BERITA REKOMENDASI