Satpol PP Sukoharjo Gencarkan Operasi Protokol Kesehatan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo bersama tim gabungan gencarkan operasi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona sehari minimal tiga kali kegiatan. Petugas menyisir semua wilayah mengingat sekarang sudah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Operasi menyasar pelanggaran pemakaian masker, kerumunan massa dan aktivitas masyarakat karena sudah diterapkan pembatasan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Senin (11/01/2021), mengatakan, Satpol PP Sukoharjo bersama tim gabungan menyisir semua wilayah melakukan operasi protokol kesehatan. Operasi kali ini berbeda dibanding sebelumnya karena dilakukan secara acak minimal tiga kali sehari. Sasarannya yakni pelanggaran pemakaian masker, kerumunan massa, dan aktivitas masyarakat karena sudah diterapkan pembatasan.

Tindakan tegas dilakukan Satpol PP Sukoharjo bersama tim gabungan mengingat kondisi sekarang sudah diterapkan PSBB. Status tersebut berlaku mulai 11-25 Januari sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.

“Kondisi sekarang sudah diterapkan PSBB dan masih pandemi virus corona. Operasi protokol kesehatan diperbanyak disemua wilayah dimana petugas melakukan penyisiran hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Heru menegaskan, selama penerapan PSBB operasi protokol kesehatan semakin digencarkan. Sebab kasus positif virus corona semakin tinggi dan menyebar merata di 12 kecamatan. Karena itu masyarakat perlu dilibatkan dalam membantu pemerintah menekan angka penyebaran kasus virus corona.

“Selama PSBB ada sejumlah pembatasan kegiatan yang dilakukan. Pemkab Sukoharjo sudah mengeluarkan surat edaran (SE) dan atauran terkait lain termasuk sanksi tegas sudah dijelaskan didalamnya. Salah satunya terkait pembatasan jam usaha maksimal pukul 19.00 WIB,” lanjutnya.

Satpol PP Sukoharjo akan menggunakan aturan baru dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit. Aturan tersebut dipakai petugas dalam menegakan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. Dalam Perda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit dijelaskan sanksi bagi pelaku pelanggaran protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona berupa denda Rp 50.000 bagi perorangan dan Rp 500.000 untuk pelaku usaha.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, mengatakan, SE tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Virus Corona dikeluarkan pada 8 Januari dengan nomor 400/061/2021. Pemkab Sukoharjo mengeluarkan SE merupakan tindaklanjut instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Virus Corona yang bertujuan untuk keselamatan rakyat diantaranya melalui konsistensi kepatuhan protokol kesehatan dan pengatuan pemberlakuan pembatan kegiatan masyarakat.

“SE ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan dan kerjasama lintas sektor meliputi pemerintah daerah, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam upaya pengendalian penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI