Satpol PP Sukoharjo Gencarkan Razia PGOT

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Gencarkan razia dengan sasaran pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT). Razia digelar setelah petugas menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait keberadaan PGOT yang meresahkan karena meminta uang dengan cara paksa. PGOT yang berhasil ditangkap mayoritas berasal dari luar daerah. Mereka telah mendapatkan peringatan dan pembinaan agar tidak melakukan kembali perbuatannya serta diminta pulang kembali ke asalnya.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Sabtu (20/03/2021) mengatakan, Satpol PP Sukoharjo menerima banyak keluhan dari masyarakat berkaitan keberadaan PGOT berkeliaran disejumlah tempat dibeberapa wilayah. Para PGOT tersebut dikeluhkan karena sering berkeliaran dan meminta uang dengan cara memaksa. Atas kejadian tersebut warga yang diminta uang menjadi takut dan melapor ke petugas.

Satpol PP Sukoharjo kemudian langsung merespon dengan menerjunkan tim melakukan razia dengan sasaran PGOT. Hasil razia diketahui ada beberapa PGOT tertangkap dan langsung dilakukan pendataan. Mereka juga mendapat peringatan keras serta pembinaan dari petugas.

Dalam pendataan identitas diketahui para PGOT yang tertangkap Satpol PP Sukoharjo mayoritas berasal dari luar daerah. Mereka sengaja masuk ke wilayah Kabupaten Sukoharjo untuk meminta uang pada warga. Apabila tidak diberi maka PGOT tersebut meminta dengan cara memaksa.

Razia dengan sasaran PGOT dilakukan Satpol PP Sukoharjo seperti di simpang jalan, halaman toko atau tempat usaha, terminal dan beberapa bangunan lain. Mereka ditemukan dalam kondisi berkerumun karena tidak memiliki tempat tinggal.

“Razia dengan sasaran PGOT kembali kami gencarkan lagi setelah muncul banyak keluhan dari masyarakat. Sebab PGOT tersebut berkeliaran dan meminta uang pada warga dengan cara paksa. Apabila warga tidak memberi maka PGOT tersebut akan bersikap kasar,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang menjadi sasaran razia PGOT oleh Satpol PP Sukoharjo berada di Kecamatan Grogol. Petugas mendapati beberapa PGOT berkeliaran dan meminta uang dengan cara paksa berhasil ditangkap. Wilayah razia lain dilakukan di Kecamatan Kartasura seperti di simpang empat Kartasura juga ditemukan beberapa PGOT berkeliaran.

Pencegahan masuknya PGOT dari luar daerah dilakukan Satpol PP Sukoharjo dengan memperbanyak kegiatan patroli wilayah. Sasarannya khusus di perbatasan antara Kabupaten Sukoharjo dengan daerah lain seperti di wilayah Kecamatan Kartasura yang berbatasan langsung dengan Kota Solo.

Petugas akan langsung melakukan penertiban apabila menemukan PGOT dari luar daerah masuk ke wilayah perbatasan. Mereka diminta kembali ke daerah asalnya sebelum masuk ke Sukoharjo.

“PGOT yang masuk ke Sukoharjo dan ditangkap petugas berasal dari luar daerah. Mereka telah kami minta kembali ke daerah asal,” lanjutnya.

Satpol PP Sukoharjo juga telah berkoordinasi dengan petugas lintas daerah terkait pencegahan masuknya PGOT. Salah satu bentuk koordinasi yakni dengan menggelar pemantauan bersama di wilayah perbatasan. Selain itu juga razia bersama gelar sebagai antisipasi masuknya PGOT.

“Kami juga memantau PGOT agar jangan sampai berkeliaran masuk ke perkampungan atau perumahan warga. Sebab kondisi sekarang masih pandemi virus Corona. Antisipasi dilakukan berkaitan pencegahan keresahan warga karena diminta uang oleh PGOT dengan cara paksa, juga mengantisipasi kasus penyebaran virus Corona dari PGOT karena mereka berasal dari luar daerah,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI