Satpol PP Sukoharjo Hentikan Sanksi Denda Rp 50.000

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo menghentikan sementara sanksi denda Rp 50.000 hingga kelipatannya bagi pelaku pelanggaran protokol kesehatan tidak memakai masker. Aturan sanksi denda sempat diberlakukan beberapa hari lalu dengan kegiatan operasi masker disejumlah wilayah. Kebijakan penghentikan dilakukan menunggu produk hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) mengingat selama ini sanksi diberikan dengan mendasarkan Peraturan Bupati (Perbup).

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Jumat (2/10), mengatakan, Satpol PP Sukoharjo menghentikan sanksi denda Rp 50.000 hingga kelipatannya bagi pelaku pelanggaran protokol kesehatan tidak memakai masker. Penghentian sifatnya sementara setelah dilakukan evaluasi lanjutan. Kebijakan tersebut dikeluarkan dengan mempertimbangkan dan melibatkan sejumlah pihak. Meski demikian masyarakat tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker saat diluar rumah.

Satpol PP Sukoharjo bersama tim gabungan sebelumnya sudah melakukan operasi masker dan memberikan sanksi denda Rp 50.000 bagi pelaku pelanggaran tidak memakai masker. Hukuman diberikan dengan mendasarkan Perbup Sukoharjo Nomor 52 Tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Penanganan Virus Corona. Penggunaan Perbup tersebut dikatakan Heru Indarjo sebenarnya sudah cukup untuk memberikan sanksi bagi pelaku pelanggaran protokol kesehatan. Namun Satpol PP Sukoharjo masih menunggu adanya landasan hukum lainnya yang lebih kuat berupa Perda. “Sekarang sudah ada Perbup dan nanti akan diperkuat dengan Perda sehingga penindakan lebih optimal terhadap pelaku pelanggaran protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI