Satpol PP Sukoharjo Ikut Pantau Media Sosial

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo ikut memantau perkembangan kondisi wilayah dengan melihat melalui media sosial. Apabila ditemukan situasi di wilayah yang menimbulkan kerawanan maka akan dilakukan penanganan. Meski begitu bila ditemukan unsur melanggar hukum maka penindakan diserahkan ke aparat.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Minggu (18/02/2018) mengatakan, Satpol PP Sukoharjo sudah meminta kepada anggotanya untuk ikut memantau media sosial. Langkah tersebut diambil setelah melihat perkembangan wilayah dimana banyak isu dan informasi penting berkembang di media sosial. Berbagai kabar berseliweran di dunia maya dan perlu dilakukan penyaringan agar masyarakat tidak tersesat.

Pemantauan penting juga untuk melakukan antisipasi dini berupa pencegahan terhadap suatu masalah di masyarakat. Selain itu juga berfungsi menetralisir informasi menyesatkan atau hoax di masyarakat.

Dengan begitu maka masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar. Apabila salah informasi dikhawatirkan masyarakat bisa mudah terprovokasi dan menimbulkan perpecahan.

"Kami hanya membantu memantau saja. Anggota sudah diminta memantau media sosial. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari tugas," ujar Heru Indarjo.

Satpol PP Sukoharjo dalam memantau media sosial tidak sampai membentuk tim khusus. Sebab semua anggota sudah diminta untuk ikut membantu memantau media sosial tanpa perlu melupakan tugas.

"Bukan berarti anggota Satpol PP Sukoharjo setiap hari memelototi komputer untuk memantau media sosial. Tapi pemantauan bisa dilakukan selama bertugas. Apabila ada temuan di media sosial yang bisa memicu terjadinya masalah di masyarakat maka bisa segera diinformasikan dan ditindaklanjuti," lanjutnya.

Pemantauan melalui media sosial dianggap sangat efektif melihat perkembangan kondisi Sukoharjo. Satpol PP Sukoharjo sendiri memiliki anggota sampai ketingkat lapisan paling bawah seperti RT/RW dan desa/kelurahan. Mereka yakni Kader Siaga Trantib (KST) dan Linmas.

"Kami hanya membantu deteksi dini terhadap suatu masalah di masyarakat. Kalau dulu Satpol PP Sukoharjo mengandalkan KST dan Linmas dengan terjun ke masyarakat maka sekarang mereka bisa memantau melalui media sosial," lanjutnya.

Sejauh ini pemantauan melalui media sosial  oleh Satpol PP Sukoharjo cukup efektif, karena dibeberapa wilayah ditemukan ada penyebaran informasi penting yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. Heru mencontohkan, seperti perkembangan informasi di media sosial yang mengarah ke wilayah di Kecamatan Nguter.

Masyarakat disana diketahui di media sosial sedang ramai membahas tentang pencemaran limbah bau dari sebuah pabrik. Adanya kejadian tersebut bahkan membuat warga sempat melakukan aksi demo.

Satpol PP Sukoharjo juga berkoordinasi dengan sejumlah petugas terkait lainnya untuk membantu pelaksanaan tugas. Hal itu penting sebab mereka dapat menyelesaikan masalah. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu dimana di media sosial banyak orang mengeluhkan tentang kelangkaan gas 3 kilogram dan naiknya harga beras. Kondisi tersebut kemudian dikomunikasikan dengan petugas terkait untuk melakukan penanganan dengan menambah pasokan dan menggelar pasar murah.

"Terlebih sebentar lagi menjelang Pilgub Jawa Tengah 2018 pemantauan semakin diintensifkan. Jangan sampai muncul berita hoax yang bisa memecahbelah kerukunan umat dan persatuan masyarakat," lanjutnya.

Khusus untuk menghadapi Pilgub Jawa Tengah 2018 Satpol PP Sukoharjo telah melakukan persiapan. Salah satunya yakni menyiapkan semua anggota dengan sejumlah latihan. Seperti baris berbaris dan penanganan huru hara. (Mam)

BERITA REKOMENDASI