Satpol PP Sukoharjo Pantau PTM Sekolah

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo melakukan penyisiran dan pemantauan aktivitas sekolah selama penerapan pembelajaran tatap muka (PTM). Beberapa pelanggaran sempat ditemukan saat petugas mendapati siswa usai pulang sekolah nongkrong dan berkerumun dibeberapa tempat. Petugas terpaksa membubarkan paksa dan meminta siswa langsung pulang ke rumah demi mencegah penyebaran virus Corona.

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo meminta pada sekolah untuk memperketat pengawasan kepada siswa. Hal sama juga diminta pada orang tua agar anaknya tetap langsung pulang ke rumah usai mengikuti PTM di sekolah.

“Berangkat dan pulang PTM sekolah anak diantar orang tua atau keluarga. Setelah itu anak diminta tetap di rumah dan mematuhi protokol kesehatan. Jangan keluyuran dan nongkrong bersama teman sekolah hingga menimbulkan kerumunan. Tetap akan kami bubarkan. Jangan sampai muncul klaster baru penyebaran virus Corona,” katanya, Rabu (22/09/2021).

Satpol PP Sukoharjo memantau kegiatan PTM sekolah saat jam masuk dan pulang. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo mengingat beberapa sekolah menggelar simulasi PTM dimana siswa datang ke sekolah tidak memakai seragam.

Bentuk antisipasi pelanggaran protokol kesehatan juga dilakukan Satpol PP Sukoharjo dengan mengawasi tempat umum publik. Kondisi ditempat tersebut harus steril dari kerumunan.

“Yang jelas seperti di Alun-Alun Satya Negara kami awasi. Juga beberapa taman dan tempat umum lain juga dipantau. Sasarannya tidak hanya siswa nongkrong tapi juga warga masyarakat pada umumnya tidak boleh berkerumun,” lanjutnya.

Kepala Disdikbud Sukoharjo Darno mengatakan, siswa berangkat dan pulang mengikuti PTM di sekolah wajib diantar orang tua atau keluarga. Usai belajar di sekolah juga wajib langsung pulang ke rumah dan dilarang berkerumun diluar.

“Anak-anak sudah mendapat sosialisasi. Tidak boleh nongkrong, berkerumun atau main sehingga rawan tertular virus Corona. Pihak sekolah tetap memantau siswa,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Sukoharjo Etik Suryani melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMPN 5 Sukoharjo dan SMPN 2 Tawangsari, Selasa (14/09/2021). Pemkab Sukoharjo sebelumnya sudah memberikan izin PTM terbatas di sekolah yang sebelumnya sudah pernah menggelar simulasi PTM mulai 13 September. Pihak sekolah diminta untuk tetap memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan tidak ada temuan kasus penyebaran virus Corona. (Mam)

BERITA REKOMENDASI