Satpol PP Sukoharjo Segel Tempat Karaoke

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebuah tempat karaoke di Jalan Solo-Karanganyar di wilayah Kecamatan Mojolaban terpaksa disegel petugas dari tim gabungan karena kedapatan melakukan pelanggaran berat tetap buka operasional ditengah pandemi virus corona. Kesalahan lain juga dilakukan karena menjual minuman keras (miras) melebihi batas kadar alkohol yang ditentukan dan melanggar protokol kesehatan.

Sesuai aturan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Sukoharjo ditegaskan selama status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona hingga 31 Agustus operasional tempat karaoke wajib tutup. Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Sunarto mengatakan, Satpol PP Sukoharjo menerima informasi dari masyarakat terkait keberadaan sebuah tempat karaoke di Jalan Solo-Karanganyar, di wilayah Kecamatan Mojolaban yang tetap beroperasi saat pandemi virus corona.

Kondisi tersebut membuat resah masyarakat karena tempat karaoke tersebut seharusnya tutup operasional. Satpol PP Sukoharjo kemudian menindaklanjuti informasi masyarakat dengan melakukan tindakan operasi di lapangan.

Kegiatan dilakukan dengan melibatkan aparat penegak hukum dari Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo pada Kamis (20/08/2020) malam. Petugas dari tim gabungan Satpol PP, Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo kemudian mendatangi sebuah tempat karaoke yang dimaksud sesuai informasi masyarakat.

Saat didatangi petugas kondisi tempat karaoke terlihat tertutup dari luar. “Tempat karaoke di Mojolaban ini nekat operasional secara diam-diam. Diluar terlihat sepi tutup tapi saat masuk ke dalam tetap buka banyak orang. Jadi dilakukan penindakan sesuai aturan karena seharusnya tutup mengingat sekarang masih KLB virus corona,” ujarnya di Sukoharjo, Jumat (21/08/2020).

Melihat temuan ini petugas tim gabungan kemudian melakukan pengecekan keseluruh ruang ditempat karaoke tersebut. Hasilnya ditemukan pelanggaran lain berupa penjualan miras, dan tidak menerapkan protokol kesehatan berupa jaga jarak dan memakai masker.

Sunarto menjelaskan, pelanggaran penjualan miras ditemukan karena pengelola tempat karaoke menjual miras dengan kadar alkohol diatas 5 persen. Bahkan ada temuan hingga mengandung kadar alkohol 40 persen, padahal sesuai ketentuan dari izin yang dimiliki hanya diperbolehkan menjual minuman beralkohol dengan kadar dibawah 5 persen.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, mengatakan, status KLB virus corona saat ini masih berlaku hingga 31 Agustus. KLB diberlakukan mengingat masih tingginya kasus positif virus corona. Pemkab Sukoharjo belum melakukan pencabutan hingga seluruh kasus tuntas. (Mam)

BERITA REKOMENDASI