Satu Pasien Klaster Piknik Meninggal

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Munculnya klaster piknik di Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel mendapat perhatian jajaran Dokkes Polda Jateng. Mereka pun segera menggelar test genose dan swab antigen di dukuh tersebut, Jumat (23/04/2021).

Apalagi diketahui ada satu pasien meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit. Jenazahnya langsung dimakamkan di pemakaman umum dukuh setempat pada Kamis (22/4/2021) malam dengan meberapkan prokes ketat. “Benar, satu pasien meninggal di rumah sakit, inisial N (51),” ujar Camat Ampel, Dwi Sundarto.

Sebenarnya, korban tidak memiliki riwayat komorbid atau penyakit penyerta. “Sebenarnya tidak komorbid, namun kondisinya memang terus menurun hingga meninggal dunia. Mungkin saja dia merasa ketakutan atau was- was berlebihan,” tambahnya.

Sementara itu, kedatangan tim Dokkes Polda Jateng di Kecamatan Ampel tersebut dibantu petugas RS Bhayangkara Semarang. Sasaran tim adalah melakukan tracking bagi warga Gondang di luar klaster piknik. Puluhan warga itu pun menjalani test genose dan swab antigen serta PCR.

Satu persatu warga antre dengan menerapkan protokol kesehatan. Kemudin dipanggil petugas secara urut untuk tes genose. Jika dinyatakan positif, maka yang bersangkutan diminta test swab antigen. Selanjutnya, warga tersebut wajib isolasi mandiri.

Menurut Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Pol dr R Harjuno, Sp KJ, pihaknya ikut turun ke Dukuh Gondang, Desa Candi guna melakukan Tracing, Testing, Treatment (3T). Pihaknya juga dibantu petugas dari RS Bhayangkara Semarang. “Target kami kegiatan 3T ini bisa menjaring 50 – 100 warga,” katanya disela kegiatan.

Dijelaskan, praktik 3T tersebut sangat penting sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19. Mengingat klaster piknik sudah ditangani jajaran Pemkab Boyolali melalui Dinkes setempat, maka pihaknya mengambil sasaran warga di luar klaster tersebut. “Ini juga untuk memastikan bahwa kondisi warga yang lain sehat.”jelasnya.

Dari hasil test, lanjut dia, diketahui ada dua warga yang dinyatakan positif Covid-19. Mereka pun diminta tetap bersemangat menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing sembari menunggu hasil uji lab. (*_1/Sit)

BERITA REKOMENDASI