Satu Pendaki Sudah Terdeteksi Keberadaannya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kabut tebal dan cuaca hujan di kawasan Gunung Merapi menyulitkan proses pencarian dua pendaki yang hilang sejak Selasa (12/12/2017). Terlebih, kedua pendaki tersebut terpisah dan hanya satu pendaki yang bisa dihubungi.  

"Kondisi di kawasan puncak berkabut tebal dengan jarak pandang janya 10 meter sampai15 meter saja. Sedang di pos satu jarak pandang hanya 20 meter," terang Kepala Resort Selo Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM), Suwignya.  

Satu pendaki, yakni Sucipto, yang bisa dihubungi via telepon, keberadaannya sudah diketahui. Bahkan tim evakuasi sempat bersahut-sahutan dengannya melalui teriakan. Namun mungkin karena panik, Sucipto terus bergerak padahal mestinya ia berdiam diri saja untuk memudahkan proses pencarian, menunggu tim penjemput menuju lokasinya.

Sementara untuk satu pendaki lain, yakni M Zada Lubab, sampai saat ini masih belum diketahui keberadaannya. Meski turun bersama dari kawasan puncak Merapi, diperkirakan mereka terpisah satu sama lain.
"Untuk Sucipto kondisinya baik. Sementara satu pendaki lain belum kita ketahui keberadaannya. Mudah-mudahan kondisinya juga baik," terang Suwignya.

Untuk proses pencarian ini, pihaknya sudah menerjunkan sepuluh Search Rescue Unit (SRU), dimana satu unit beranggotakan tujuh sampai sepuluh personel. Tak hanya di jalur Selo, yang menjadi pintu resmi pendakian, tim pencari juga disebar untuk menyisir ke jalur pendakian lain, diantaranya dijalur Tlogolele, dan Bakalan.

"Kalau dirasa perlu, regu pencari akan ditambah lagi," jelasnya.

Diinformasikan, dua pendaki, yakni Sucipto (32), warga Rempoah, Baturaen, Kabupaten Banyumas dan M Zada Lubab (16), warga Celembo, Desa Lopak, Tuntang, Kabupaten Semarang, yang mendaki melalui pintu Pos Selo pada Senin (11/12/2017) kemarin, dilaporkan hilang saat turun dari puncak Merapi, Selasa (12/12/2017).

Zada mendaki bersama 10 temannya dan bertemu Sucipto, yang melakukan pendakian sendiri, di kawasan puncak. Karena tak ingin memperlambat perjalanan turun rombongan karena kakinya yang cedera, Zada, ditemani Sucipto, memutuskan berpisah dari rombongan dan berjanji bertemu di camp pendakian mereka di kawasan Pasar Bubrah. Namun keduanya tak juga muncuk hingga kemudian dilaporkan hilang. (Gal)

BERITA REKOMENDASI