SBSI Sukoharjo Awasi Sistem Penerimaan Tenaga Kerja

SUKOHARJO, KRjogja.com – Persaingan penerimaan tenaga kerja di Sukoharjo semakin terbuka seiring pertumbuhan sektor usaha disejumlah wilayah salah satunya di Kawasan Industri Nguter (KIN) dan Solo Baru Grogol. Karena itu diperlukan pengawasan ketat agar buruh bisa menerima hak dan pengusaha melaksanakan kewajibannya sesuai aturan.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sukoharjo Slamet Riyadi, Minggu (3/9) mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di Sukoharjo sangat besar. Hal itu terjadi karena banyaknya sektor usaha yang dibuka dalam waktu hampir bersamaan. Disisi lain pengembangan dari Pemkab Sukoharjo dengan membuka KIN Nguter semakin membuka peluang warga terserap sebagai tenaga kerja.

Menurut Slamet Riyadi banyaknya kebutuhan tenaga kerja membuat SBSI Sukoharjo lega karena rekrutmen membuat warga bisa mendapatkan pekerjaan. Namun dalam pelaksanaanya nanti akan dilakukan secara ketat agar masing masing pihak antara buruh dan pengusaha bisa melaksanakan hak dan kewajibannya secara seimbang.

"Saat rekrutmen buruh harus sudah mendapatkan kejelasan mengenai status, upah dan lainnya jangan sampai dirugikan di tengah jalan diputus atau dikeluarkan. Begitupula pengusaha harus tahu kewajibannya," ujar Slamet.

SBSI Sukoharjo terus mengawasi sistem kerja di KIN Nguter dari segala sisi. Mulai dari status kerja, upah, BPJS, hingga sistem jam lembur.  Status kerja menjadi sorotan utama karena buruh sudah berhak mendapatkan kejelasan dengan diangkat sebagai pegawai tetap. (Mam)

BERITA REKOMENDASI