SD di Boyolali Gelar Ujian Sekolah Dengan Ponsel

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Usai pekan lalu menggelar ujian sekolah untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali kini melaksanakan ujian tingkat Sekolah Dasar (SD) mulai Senin (03/05/2021) – Jumat (07/05/2021). Hal yang cukup berbeda terlihat di SD Negeri 2 Ampel Kecamatan Ampel yang menggelar ujian sekolah menggunakan ponsel.

Para siswa tetap datang ke sekolah untuk tatap muka, tetapi soal ujian dikirim melalui daring dengan teknologi android yang telah dikendalikan server dari ruang pusat kegiatan guru.

“Ini yang harus saya kembangkan, yang lain masih paper test pakai kertas. Khusus yang Ampel dan Gladagsari no paper test. Semua SD di Ampel dan Gladagsari,” terang Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Darmanto disela monitoring ujian sekolah di SD Negeri 2 Ampel, Senin (03/05/2021).

Sebanyak sembilan mata pelajaran yang diuji dalam ujian sekolah jenjang SD. Tiga diantaranya mendapatkan porsi waktu mengerjakan cukup banyak dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Ketiga mata pelajaran tersebut yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yakni 90 menit mengerjakan.

“Praktis anak-anak akan di sekolah 150 menit ditambah istirahat. Sehingga masih sesuai dengan SOP kami maksimal tiga jam,” kata Darmanto.

Kepala SD Negeri 2 Ampel, Fajar Sasongko mengungkapkan sebanyak 24 siswa kelas VI semula akan mengikuti ujian sekolah di rumah salah satu guru yang berada di zona hijau Covid-19, Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu terdapat klaster piknik yang berasal dari Dusun Gondang, Desa Candi yang menyebabkan daerah tersebut masuk ke dalam zona oranye.

“Kemarin (Minggu) pagi sudah ada informasi dari Gugus Covid Desa Gondang sudah aman, sudah dinyatakan negatif semua, Sehingga kita kembali ujian yang akan kita laksanakan di salah satu rumah guru kami. Kami kembalikan ke tempat SD Negeri 2 Ampel karena sudah aman zona hijau,” ungkapnya.

Sebagai tambahan informasi, ujian sekolah ini digelar oleh 582 SD yang ada di Kabupaten Boyolali dan diikuti 11.933 siswa. Pada ujian sekolah tersebut, para siswa tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (M-2/Sit)

BERITA REKOMENDASI