Sedang Bermain, Empat Anak Diserang Tawon

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak empat anak di Dukuh Ngemplak, Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban mengalami luka sengatan setelah diserang tawon. Korban sudah mendapatkan penanganan medis. Petugas juga telah melakukan pemusnahan terhadap sarang tawon agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

Kabid Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Margono, Minggu (1/12) mengatakan, serangan tawon dilaporkan warga ke petugas terjadi di Dukuh Ngemplak, Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban menimpa empat orang anak terjadi pada Jumat (29/11) petang lalu. Keempat anak yang jadi korban yakni, Raffa (8), Rehan (7), Ohio (6), dan Riki (7). 

Kronologis kejadian bermula saat empat orang anak yang jadi korban tersebut bermain di sekitar rel kereta api di wilayah Dukuh Ngemplak RT 4 RW 7 Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban sekitar pukul 16.30 WIB. Saat bermain tersebut kemungkinan ada anak mengganggu sarang tawon. Akibatnya membuat tawon menyerang anak anak tersebut.

Warga membawa keempat anak ke Puskesmas untuk mendapatian penanganan medis dari dokter. Warga juga melaporkan kejadian serangan tawon ke petugas agar dilakukan penanganan pemusnahan. Selang tidak lama petugas datang dan langsung memusnahkan sarang tawon.

"Kondisi anak anak korban sengatan tawon sudah membaik setelah ditangani dokter. Kami minta masyarakat untuk waspada tidak hanya anak anak namun juga orang dewasan karena serangan tawon membahayakan," ujarnya.

Margono mengatakan, tawon yang menyerang anak anak di Dukuh Ngemplak, Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban jenis vespa affinis atau dikenal sebagai tawon ndas. Serangan tawon jenis ini dilaporkan terjadi disejumlah wilayah di Sukoharjo bahkan di daerah lain. 

Masyarakat apabila menemukan sarang tawon jenis ini diminta untuk tidak mengganggu. Apabila keberadaanya dianggap membahayakan maka bisa dilaporkan ke petugas untuk dilakukan penanganan berupa pemusnahan.

"Jangan diganggu karena tawon ini agresif langsung menyerang. Jangan memusnahkan sarang sendiri apabila tidak ahli karena rawan diserang juga. Masyarakat silahkan melapor pada petugas dan akan dilakukan penanganan," lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI