Sejumlah Orangtua di Sukoharjo Tolak Anaknya Diimunisasi

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pelaksanana imunisasi dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAS) di Sukoharjo ditemukan penolakan dari sejumlah orangtua karena beragam alasan salah satunya menganggap vaksin tidak halal. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo terus memberikan pemahaman pada orangtua dengan harapan target imunisasi bisa terselesaikan hingga pertengahan Oktober.

Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Sabtu (03/10/2020) mengatakan BIAS menjadi agenda tahunan yang harus dilaksanakan. Pada setiap tahun pelaksanaan DKK Sukoharjo selalu menemukan adanya penolakan dari orangtua. Hal tersebut juga terjadi pada tahun ini dimana ada sejumlah orangtua menolak anaknya mendapat imunisasi dari petugas.

DKK Sukoharjo terhitung sejak awal September lalu dan ditarget selesai pada pertengahan Oktober melaksanakan dua imunisasi pada anak. Sasarannya yakni siswa kelas I dan siswa kelas V perempuan sekolah dasar (SD).

Imunisasi yang diberikan yakni untuk siswa kelas I berupa imunisasi Rubella atau Measles-Rubella (MR) dengan jumlah sasaran 12.517 anak dan siswa kelas V perempuan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) sebanyak 6.907 anak.

Pelaksanaan pemberian imunisasi pada anak sekolah disesuaikan dengan kondisi pandemi virus corona sekarang. Petugas menggelar kegiatan berdasarkan protokol kesehatan secara ketat. Anak langsung mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan sehingga tidak sampai menimbulkan kerumunan massa di sekolah.

“Pelaksanaan BIAS sudah berjalan rutin setiap tahun adan masih ada temuan penolakan dari orangtua. Petugas kami terus memberikan sosialisasi dan pemahaman agar anak tetap bisa menerima imunisasi demi kesehatan mereka,” ujarnya.

DKK Sukoharjo menargetkan bisa melaksanakan pemberian imunisasi sebanyak 95 persen dari siswa sasaran. Sejauh ini sudah ada temuan sekitar 2 persen orangtua menolak anaknya mendapat imunisasi dari petugas. Penolakan tersebut dilakukan orangtua karena alasan vaksin tidak halal.

Terkait penolakan orangtua, Yunia mengatakan, sebelum pelaksanaan imunisasi pada anak sekolah DKK Sukoharjo telah mengundang sejumlah pihak untuk melakukan sosialisasi bersama. Salah satunya melibatkan Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun tetap saja masih ada temuan penolakan dari orangtua. (Mam)

BERITA REKOMENDASI