Sekda Ingatkan Kades dan ASN Tidak Terima Gratifikasi

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Para kepala desa (kades) maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai lurah dan camat di Sukoharjo diminta untuk tidak terjebak dalam gratifikasi. Sebab sanksinya sangat tegas berupa kurungan penjara. Mereka diminta untuk bekerja sesuai dengan aturan berlaku.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah memberikan sosialisasi gratifikasi dengan mengundang para kades, lurah dan camat se Sukoharjo. Kegiatan digelar di gedung DPMPTSP lantai III Setda Sukoharjo, Selasa (05/12/2017).

Agus menjelaskan, Kabupaten Sukoharjo dinilai baik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sosialisasi gratifikasi kepada para kades, lurah dan camat juga digelar sebagai tindaklanjut kerjasama antara bupati dengan KPK.

“Rencananya senin depan (11/12/2017) KPK akan datang ke Sukoharjo untuk melakukan supervisi pencegahan. KPK sendiri sudah datang sekitar tiga sampai empat kali untuk melakukan supervisi dan menyatakan Sukoharjo dalam kondisi baik,” ujar Agus Santosa.

Kondisi baik dijelaskan Agus Santosa, dilihat dari laporan keuangan Sukoharjo dan ketertiban administrasi serta lainnya. Dibeberapa daerah KPK bahkan sampai mendampingi penyusunan APBD karena menilai daerah tersebut kurang atau tidak baik.

“Kinerja kades, lurah dan camat sudah baik dan perlu dipertahankan. Jangan sampai jadi bidikan KPK hanya karena terpeleset gratifikasi,” lanjutnya.

Para kades, lurah dan camat diminta untuk tetap menaati aturan dalam bekerja. Salah satunya yakni menghindari pemberian atau gratifikasi dari orang lain.

Khusus para kades, Agus juga mengingatkan kepada mereka untuk tidak tergoda melakukan pelanggaran penggunaan dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD). Sebab dana yang diterima nilainya terus bertambah besar setiap tahun. (Mam)

BERITA REKOMENDASI