Sekolah Berisiko Jadi Tempat Penularan Virus Corona

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Reviono mengatakan tempat berkumpul dan berinteraksi massa atau orang dalam jumlah banyak seperti sekolah memiliki resiko penularan penyakit menular dengan mudah. Salah satu yang sedang mewabah sekarang seperti Virus Corona. Penularan terjadi apabila ada satu orang yang terjangkit dan dengan cepat akan menular. Karena itu siswa perlu mendapatkan sosialisasi pencegahan.

Hal tersebut dikatakan Reviono saat mengisi sosialisasi Virus Corona di aula SMPN 2 Sukoharjo, Selasa (10/03/2020). Kegiatan diikuti ratusan siswa dan guru sekolah setempat. Materi disampaikan baik teori maupun praktek.

“Populasi massa atau orang berkumpul dalam jumlah banyak saling berinteraksi maka sangat rentan dengan cepat terjadi penularan penyakit. Termasuk virus corona seperti kasus sedang ramai sekarang. Tempat rawan tersebut seperti sekolah dan para siswa perlu mendapat sosialisasi pencegahan,” ujarnya.

Penularan penyakit tersebut akan dengan mudah dan cepat menyebar apabila ada satu orang terjangkit. Pola tersebut harus diketahui oleh semua pihak termasuk siswa sekolah. Dengan demikian maka mereka bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Bentuk pencegahan dilakukan mulai dari diri sendiri dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Tindakan tersebut seperti mencuci tangan menggunakan sabun. Cara sederhana tersebut dikatakan Reviono sangat ampuh dalam mencegah tertularnya penyakit termasuk virus corona. Disisi lain bagi orang yang sakit maka harus melakukan usaha agar tidak menular ke lainnya seperti memakai masker.

“Di sekolah harus memiliki tempat mencuci tangan dan disediakan sabun. Minimal ada wastafel di masing masing ruang kelas sehingga siswa bisa langsung mencuci tangan menggunakan sabun setelah atau sebelum kegiatan sehingga bisa terhindar dari penularan penyakit,” lanjutnya.

Dihadapan siswa saat sosialisasi Reviono menjelaskan virus corona menyerang saluran pernafasan yang bisa menular dari manusia ke manusia. Karena itu penting bagi setiap orang menjaga etika saat batuk memakai tisu dan langsung membuangnya ke tempat sampah setelah selesai. Selain itu juga menjaga diri menggunakan masker.

Kepala SMPN 2 Sukoharjo Sriyono mengatakan, sosialisasi tentang pencegahan Virus Corona sangat penting diberikan kepada siswa dan guru di SMPN 2 Sukoharjo. Siswa dan guru masih sangat kurang memahami tentang virus corona termasuk bentuk pencegahannya.

“Sejak dini siswa diajarkan tentang cara pencegahan penularan penyakit. Termasuk virus corona yang sedang ramai sekarang. Materi yang diberikan dari Reviono sangat berguna bagi siswa dan guru khususnya di SMPN 2 Sukoharjo,” ujarnya.

SMPN 2 Sukoharjo sendiri akan melakukan tindakan nyata setelah mendapat masukan dari Reviono sebagai bentuk pencegahan penularan penyakit ke siswa dan guru. Bentuknya yakni dengan segera membangun wastafel atau tempat mencuci tangan di masing masing ruang kelas dan guru.

“Siswa dan guru bisa mencuci tangan menggunakan sabun di wastafel tersebut sebagai bentuk pencegahan penularan penyakit,” lanjutnya.

Sriyono juga menegaskan, tindakan nyata menjaga kebersihan sekolah juga dilakukan di masing masing ruang kelas dan siswa. Kondisi sekarang penyebaran virus corona sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Kabarnya juga ada penambahan penderita virus corona di Indonesia. Siswa kami minta tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat,” lanjutnya. (Mam)

BERITA TERKAIT