Seleksi Makin Ketat, KPU Temukan Anggota Parpol Daftar Calon PPK

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak delapan orang diduga berasal dari anggota partai politik (parpol) ditemukan masuk menjadi calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Namun dari jumlah tersebut diperkirakan hanya enam orang saja yang terindikasi. Hal tersebut menjadi temuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo setelah sebelumnya juga ada surat tembusan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo.

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sukoharjo Suci Handayani, Kamis (13/2) mengatakan, proses penerimaan PPK untuk kegiatan pelaksanaan Pilkada 2020 September mendatang masih terus dilakukan. KPU Sukoharjo sekarang sedang menindaklanjuti surat tembusan dari Bawaslu Sukoharjo terkait beberapa nama yang masih mengikuti tahapan seleksi.

KPU Sukoharjo melakukan klarifikasi terhadap nama yang dimaksud Bawaslu Sukoharjo. Hal itu penting untuk membuktikan benar atau tidak dugaan keterlibatan para calon PPK sebagai anggota parpol.

“Total ada delapan orang sesuai dengan surat tembusan dari Bawaslu Sukoharjo terhadap calon PPK. Namun setelah dilakukan klarifikasi hanya ada enam yang diduga terindikasi sebagai anggota parpol. Sedangkan dua orang sisanya tidak terbukti setelah menunjukan surat keterangan dari parpol,” ujarnya.

Tindaklanjut dilakukan KPU Sukoharjo setelah Bawaslu Sukoharjo menerima surat aduan dari masyarakat. Sebab dalam proses penerimaan PPK juga mendapatkan pemantauan ketat dari masyarakat.

Masyarakat mendapatkan kesempatan memberikan tanggapan terhadap nama yang masuk sebagai calon PPK. Surat itu kemudian disampaikan masyarakat ke Bawaslu Sukoharjo dan diteruskan ke KPU Sukoharjo.

Klarifikasi sudah dilakukan KPU Sukoharjo terhadap delapan orang nam sesuai surat tembusan Bawaslu Sukoharjo pada 8-9 Februari kemarin. Hasilnya diketahui ada nama calon PPK yang terbukti melanggar aturan dan sudah dimasukan KPU Sukoharjo dalam ketentuan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Nama yang dimasukan TMS seperti pernah menjadi relawan tim kampanye dalam pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 lalu. Hal itu dikuatkan bukti dengan postingan di media sosial orang tersebut. “Ada juga nama yang masuk dalam sistem informasi partai politik (sipol) dibeberapa parpol,” lanjutnya. (Mam)

BERITA TERKAIT