Selesai Dibangun, Embung Musuk Siap Digunakan‎

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Proyek Embung Musuk di Kecamatan Musuk, dinyatakan sudah selesai. Embung tersebut diproyeksikan untuk menambah pasokan sumber air baku Perusahaan Umum Daerah (PUDAM) Boyolali. ‎

Direktur PUDAM Boyolali, Cahyo Sumarso, Senin (21/11) menjelaskan, saat ini embung tersebut sudah dalam proses pengisian air dan diharapkan bisa terisi secepatnya mengingat intensitas hujan saat ini masih cukup tinggi. Embung tersebut dibangun di samping embung lama yang sudah ada sebelumnya, sehingga bisa menambah kapasitas penampungan pasokan sumber air baku dari semula sebanyak 110 meter kubik menjadi 450 ribu meter kubik.

Bertambahnya kapasitas sumber pasokan membuat keberadaan embung musuk akan mampu memasok air bersih untuk tiga wilayah kecamatan, yakni Musuk‎, Boyolali Kota, dan sebagian wilayah Mojosongo.

"Sebelumnya, air pasokan dari embung hanya cukup untuk delapan bulan saja dan sisanya mesti mengoptimalkan sumur dalam meski biayanya cukup mahal. Namun setelah embung selesai dibangun, pasokan air bersih bisa untuk setahun penuh," kata Cahyo.

Diketahui, embung kedua tersebut dibangun dengan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 5,8 miliar. Sementara PUDAM Boyolali bertugas untuk menyiapkan lahan dengan cara menyewa kepada pemerintah desa dengan nilai Rp 75 juta per tahun dengan durasi sewa 25 tahun. ‎

Di sisi lain, Cahyo mengatakan bahwa jumlah pelanggan PUDAM Boyolali saat ini sebanyak 46 ribu saluran rumah (SR) dan ditargetkan jumlah sambungan mencapai 60 ribu SR pada tahun 2018 mendatang dengan jumlah warga yang mendapat pasokan air bersih mencapai 360 ribu jiwa. Selain rumah tangga, PUDAM Boyolali juga mulai membidik untuk memasok air bersih ke kalangan industri ‎yang saat ini tumbuh pesat di Boyolali. (R-11)

BERITA REKOMENDASI