Seminggu Buat Pistol Rakitan, Belajar dari YouTube

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Ketahuan membawa pistol rakitan, AS (40) asal Kabupaten Boyolali ditangkap petugas Polsek Jogonalan. Warga yang tinggal di Desa Prawatan Kecamatan Jogonalan Klaten ini sebelumnya terlibat kasus pencurian dan saat akan ditangkap ia berhasil kabur.

Kapolsek Jogonalan Iptu Muslimin, Rabu (05/05/2021) mengemukakan, penangkapan bermula pada 13 April lalu saat tersangka melakukan tindak pidana pencurian. Warga sempat akan melakukan pengamanan, tetapi pelaku berhasil melarikan diri.

“Pada 16 April sekitar pukul 06.00 WIB pelaku diketahui kembali ke rumahnya. Saat itu ada warga yang melaporkan ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Jogonalan langsung melakukan pengecekan dan menangkap pelaku,” jelas Iptu Muslimin.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku membawa senjata api rakitan dan tiga butir amunisi dengan kaliber 9 mm yang disimpan pada tas pinggang milik pelaku. Atas kejadian tersebut, pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Jogonalan.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku, yakni sebuah senjata api rakitan, tiga buah amunisi senjata api aktif dan sebuah tas pinggang berwarna biru. Untuk pistolnya dirakit oleh pelaku sendiri dan amunisinya didapatkan dari temannya,” jelas Muslimin.

Atas kepemilikan senjata api tanpa hak dan izin membuat hingga menyimpan, pelaku dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang (UU) Darurat RI No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukaman penjara setinggi-tingginya 20 tahun. Pelaku juga terancam dengan hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Tersangka AS mengaku, bisa merakit pistol setelah belajar dari YouTube. Untuk amunisi, diakui pelaku didapatkan dari temannya yang dikenal di jalan.

Untuk merakit pistol tersebut, pelaku butuh waktu selama kurang lebih satu pekan. Pistol itu dirakit dari bahan bekas berupa besi dan kayu dengan memanfaatkan jasa tukang las. Biaya yang dihabiskan untuk membuat pistol rakitan itu sebesar Rp 100 ribu.

“Untuk perakitannya saya lakukan di rumah. Saat mengelaskan itu saya menggunakan jasa tukang las, tetapi dia tidak tahu kalau saya mau merakit pistol,” kata AS. (Sit)

BERITA REKOMENDASI