Sendratari Roro Jonggrang, Pentas Perdana di Gedung Kesenian Prambanan

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Dikisahkan, Roro Jonggrang yang merupakan putri dari Prabu Triyambaka sedang bercinta dengan seorang pangeran bernama Raden Bandung yang merupakan putra Raja Damarmaya dari Kerajaan Pengging. Keduanya kemudian bersepakat menghadap Prabu Triyambaka untuk memohon restu.

Mengetahui hubungan mereka, Prabu Triyambaka terkejut dan marah. Meski akhirnya mengizinkan namun dengan syarat yaitu sayembara tanding. Akhirnya, Raden Bandung maju tanding dengan Prabu Triyambaka.

Demikian sinopsis Sendratari Roro Jonggrang yang ditampilkan para seniman Kabupaten Klaten bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dalam pentas perdana pembukaan gedung kesenian Graha Purba Waseso Kencono di Desa Tlogo Kecamatan Prambanan Klaten, Senin (03/02/2020) malam.

Pemilik Gedung Kesenian Graha Purba Waseso Kencono, One Krisnata mengatakan cerita Sendratari Roro Jonggrang yang ditampilkan merupakan kisah Mataram kuno semasa abad ke 10 di zaman Rakai Pikatan dan Panangkaran dengan latar belakang Kerajaan Prambanan.

"Dalam kisah ini (Roro Jonggrang) kita mengangkat fakta yang ada. Kerajaan Prambanan dibawah kepemimpinan Prabu Triyambaka merupakan kerajaan yang makmur. Para kawula hidup tenteram dan damai. Anak-anak pun bebas bermain dengan ceria," ujarnya.

One menambahkan, pendirian gedung kesenian bertujuan untuk mengangkat kesenian tradisional Jawa, seperti sendratari, kethoprak, dan lainnya. Pihaknya ingin memberikan tempat yang layak bagi pelaku seni, khusunya seniman Kabupaten Klaten.

"Saat ini kan, mohon maaf, sendratari, kethoprak banyak dilakukan (dipentaskan) di jalan-jalan atau di pedesaan. Untuk itu kami ingin mengangkat kembali seni tradisional kita dengan memberikan tempat bermain yang layak," imbuhnya. b

BERITA REKOMENDASI