Serangan Hama Wereng di Sukoharjo Mengganas

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Ratusan hektar tanaman padi disejumlah wilayah di Sukoharjo terserang hama wereng dari tingkatan ringan, sedang dan berat. Serangan hama wereng tidak sampai menyebabkan gagal panen. Meski demikian kondisi tersebut membuat petani resah mengingat serangan hama wereng sekarang berbeda dibanding biasanya.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Jigong Sarjanto, Selasa (21/07/2020) mengatakan, serangan hama wereng sudah berlangsung sejak awal tahun lalu hingga sekarang. Petani merasakan serangan tersebut mulai musim tanam I (MT I) padi dan sekarang memasuki MT II padi.

“Kondisi sekarang yang membuat petani kelabakan karena serangan hama wereng terus terjadi. Dan pola serangan hama wereng sekarang berbeda dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Jigong menjelaskan, apabila pada tahun sebelumnya serangan hama wereng terjadi saat kondisi musim hujan atau lembab saja, maka sekarang serangan lebih ganas terjadi pada cuaca panas atau kering. Petani dibuat kelabakan untuk melakukan penanganan serangan hama wereng yang dianggap lebih ganas dibandingkan sebelumnya.

“Baru sekarang pola serangan hama wereng itu terjadi, seharusnya disaat cuaca panas atau kering wereng tidak muncul. Tapi sekarang aneh justru banyak menyerang tanaman padi petani,” lanjutnya.

Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo. Pengurus P3A Dam Colo Timur berharap petugas memberikan bantuan baik dalam bentuk penyuluhan maupun pemberantasan hama wereng.

Pengurus P3A Dam Colo Timur sekarang terus memantau kondisi perkembangan tanaman padi petani. Selain itu, petani juga diminta aktif memberikan informasi mengenai kondisi serangan hama wereng di hamparan sawah di wilayahnya masing masing. Hal ini untuk mempermudah penanganan agar jangan sampai serangan hama wereng menyebabkan gagal panen.

Penanganan serangan hama wereng sudah dilakukan petani dengan penyemprotan sendiri. Pola ini dilakukan mengingat bantuan yang diharapkan dari pemerintah belum turun.

Jigong yang juga sebagai Kepala Desa Pranan, Kecamatan Polokarto menambahkan, di wilayahnya dari total sekitar 125 hektar sawah yang ditanami padi sekarang, 100 hektar diantaranya terserang hama wereng dari tingkatan ringan, sedang dan berat.

Kondisi tanaman yang terserang hama wereng bervariasi mulai dari satu minggu hingga sebulan. Kondisi tanaman padi yang masih muda membuat penanganan serangan hama wereng sedikit lebih mudah. Apabila tanaman padi sudah tua dan mengeluarkan bulir padi, Jigong mengatakan lebih sulit karena rawan menyebabkan kerusakan parah.

“Dari Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sebenarnya sudah memberikan bantuan untuk penyemprotan serangan hama wereng. Tapi belum mampu memenuhi kebutuhan semua. Sebab dari total 100 hektar bantuan hanya mampu memenuhi 8 hektar saja,” lanjutnya.

Jigong mengatakan, petani pada posisi sekarang terus berupaya melakukan percepatan tanam padi dan berharap hasilnya melimpah. Sebab permintaan beras dipasaran sekarang sangat tinggi mengingat besarnya kebutuhan masyarakat.

“Permintaan beras sekarang sangat tinggi, jadi wajar petani berusaha keras menghasilkan panen berkualitas baik dan melimpah,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI