Serangan ‘Vespa Affnis’ Mematikan

KLATEN, KRJOGJA.com – Serangan Tawon jenis Vespa Affinis, atau tawon Ndas, sangat mamatikan. Selama tahun 2018 Unit Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP Klaten telah melakukan lebih dari 200 kali penanganan.

Kabid Linmas dan Bina Potensi Masyarakat, Satpol PP Kabupaten Klaten, Endang Hadiyati Setyowati Jumat (15/2) mengemukakan, pada tahun 2018 tercatat tujuh orang warga meninggal akibat sengatan serangga mematikan tersebut. Pada tahun 2019 petugas pemadam kebakaran juga telah melakukan pemusnahan lebih dari 20 sarang tawon.

“Tahun 2018 ada sekitar 203 laporan, tahun 2017 sekitar 217 laporan. Korban meninggal tahun 2017 tiga orang, dan tahun 2018 ada tujuh orang yang meninggal,” kata Endang.

Menindakalanjuti ratusan laporan masyarakat tersebut, tim Damkar terus melakukan pembasmian sarang tawon baik yang berada di pohon maupun di dalam bangunan. Untuk sarang tawon yang ada di pohon, dibasmi dengan  dengan cara dibakar. “Pakai semacam kain perca digulung dikasih minyak lalu dibakar. Penanganan di rumah menggunakan blower, kita setting tempat untuk mencapai lokasi, lalu rumah tawon disemprot dengan baygon, lalu diblower,” jelas Endang.

Setelah semua sarang diambil, bekasnya diberi oli agar tawon tidak membuat sarang di tempat itu lagi. Selama ini tim Damkar Klaten melakukan pembasmian sarang tawon, masih menggunakan alat sederhana yang telah dimodifiaksi.

Nur Khodik, petugas pemadam kebakaran mengatakan, sejumlah sarang taown aygn dibasmi ada ayg emcnapai ukruan besar, sehingga perlu kehati-hatian. “Ada diameter sarang tawon yang mencapai dua meter. Saat kena petir, tawon rontok lalu menyerang yang punya rumah. Ini ada di Desa Gadungan Wedi. Letaknya diatas dak dibawah genting,” jelas Nur Khodik. (Sit)

 

 

BERITA REKOMENDASI