Setelah Banmati Kini Muncul Kasus Covid-19 Jamaah di Gayam

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Klaster masjid penyebaran virus Corona kembali ditemukan di wilayah Kecamatan Sukoharjo. Sebelumnya jamaah masjid positif virus Corona ditemukan di wilayah Kelurahan Banmati, sekarang temuan serupa didapati di salah satu masjid di wilayah Darmosari Kelurahan Gayam.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukoharjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo Havid Danang PW mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo menemukan klaster masjid di wilayah Darmosari Kelurahan Gayam berawal dari seorang perempuan jamaah masjid melakukan swab antigen dengan hasil reaktif pada 4 Mei lalu. Hasil swab antigen kemudian dilaporkan oleh jamaah masjid tersebut ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo setelah mengetahui hasil swab PCR terhadap seorang jamaah perempuan langsung bertindak cepat dengan koordinasi melibatkan takmir masjid. Hasil koordinasi dilakukan penutupan sementara waktu untuk kegiatan ibadah.

Petugas juga melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di masjid. Hal itu dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona.

Upaya lain juga dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo dengan pelacakan kontak erat. Sebab dimungkinkan jamaah perempuan terkonfirmasi positif virus Corona melakukan kontak erat dengan orang lain.

“Ditemukan lagi klaster masjid penyebaran virus Corona di wilayah Kecamatan Sukoharjo. Sebelumnya di Kelurahan Banmati sekarang ditemukan di Kelurahan Gayam,” ujarnya, Selasa (11/05/2021).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo meminta pada masyarakat yang menjadi kontak erat kasus klaster masjid di Darmosari, Kelurahan Gayam segera melapor ke petugas. Laporan tersebut sangat diperlukan untuk mempermudah proses pelacakan kontak erat dan tindaklanjut penanganan berikutnya. Sebab gerak cepat harus dilakukan sebagai bentuk penanganan kasus sekaligus pencegahan penyebaran virus Corona.

“Penanganan gerak cepat dengan melacak kontak erat seperti sebelumnya dilakukan pada klaster masjid di Kelurahan Banmati, sekarang di Kelurahan Gayam sama,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI