Setoran Jutaan Rupiah, Tersangka Akui Peserta Arisan Fiktif

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Nilai uang arisan fiktif yang dijalankan tersangka Tri Rahayu (29) mencapai miliaran rupiah. Total ada 25 orang korban yang merupakan teman dan kenalan tersangka. Para korban menyetorkan uang pada tersangka dengan nilai bervariasi mulai Rp 8 juta – Rp 100 juta.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Senin (2/9/2019) mengatakan, saat gelar perkara tersangka arisan fiktif Tri Rahayu mengaku menjalankan usaha sekitar 1,5 tahun lalu. Peserta arisan sebanyak 25 orang berasal dari teman dan kenalannya. Mereka sengaja disasar jadi peserta arisan karena dianggap mudah. Sebab baik korban maupun tersangka sudah saling mengenal. Faktor kepercayaan diandalkan tersangka untuk mengeruk uang temannya yang jadi peserta arisan fiktif. 

Baca Juga: Industri Kreatif Bersinergi Dengan Dompet Digital DANA di Pop Market

Seiring berjalannya waktu uang setoran para korban untuk arisan yang dijalankan tersangka semakin besar. Sebab sebanyak 25 peserta arisan menyetorkan uang dengan nominal jutaan rupiah.

Arisan kemudian menemui masalah dan membuat tersangka kebinggungan untuk menjalankannya. Penyebabnya karena ada beberapa peserta arisan tidak menyetorkan uang pembayaran pada tersangka. Akibatnya membuat setoran arisan dari anggota menjari macet. Tersangka kemudian mencari cara dengan menggunakan uang setoran arisan dari peserta lain. Tujuannya agar arisan tetap bisa berjalan

Tersangka dalam menjalankan arisan ini membagi dalam beberapa kelompok dengan nominal setoran bervariasi. Yakni dari setoran Rp 2,5 juta, Rp 5 juta, Rp 8 juta hingga Rp 100 juta. Semakin besar uang setoran peserta arisan membuat tersangka lega untuk menjalankan aksi tipu tipu. Tersangka juga menjanjikan uang yang diterima korban akan semakin besar pula. 

"Tersangka mengaku gali lubang tutup lubang dari setoran macet ditutup setoran peserta arisan lain. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka karena nominal dalam arisan fiktif ini sangat besar," ujarnya.

Polres Sukoharjo dari sebanyak 25 orang peserta arisan yang diakui tersangka hanya fokus pada satu korban saja yakni Utri Ganafi. Korban menderita kerugian sebesar Rp 149 juta setelah menjadi peserta arisan fiktif. Korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukoharjo.

"Hasil pemeriksaan diketahui uang arisan fiktif dipakai tersangka untuk kepentingan pribadi," lanjutnya.

Kapolres melanjutkan, kronologis tersangka menipu satu korban yang melaporkan kejadian ke Polres Sukoharjo berawal sekitar September 2018 korban ditawari oleh tersangka mengikuti arisan online sebesar Rp 30 juta. Korban kemudian tertarik dan mengikuti sebanyak dua slot dengan angsuran sebesar Rp 4,95 juta. Sekitar Maret 2019 korban mendapatkan arisan tersebut sehingga membuatnya percaya dengan arisan yang dijalankan tersangka.

Baca Juga: FJR Serukan 'Jogja Papua Seduluran'

Setelah korban percaya, tersangka kemudian melakukan penipuan kepada korban dengan menawarkan jual beli arisan online yang ternyata fiktif. Pada bulan Mei – Juni 2019 korban kemudian membeli sebanyak 11 arisan online fiktif secara bertahap sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 149 juta. Atas kejadian tersebut korban kemudian melaporkan ke Polres Sukoharjo.

Disamping melakukan penawaran arisan online kepada korban, tersangka juga melaksanakan jual beli arisan dengan cara menawarkan arisan kepada korban untuk mengganti arisan pemilik sebelumnya dengan alasan pemilik sebelumnya tidak sanggup untuk meneruskan angsuran. "Tersangka dijerat Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukunan maksimal penjara selama empat tahun," lanjutnya.(Mam)

BERITA REKOMENDASI