Siaga Banjir, Warga Andalkan Kentongan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Warga di bantaran Sungai Bengawan Solo melakukan persiapan antisipasi datangnya banjir dengan memindahkan barang berharga ke tempat aman. Selain itu warga juga membuat jalur evakuasi diri bersama petugas. Pengamanan juga dilakukan warga dengan melakukan ronda malam memantau perkembangan debit air. Apabila banjir datang warga akan memukul kentongan sebagai tanda bahaya.

Camat Mojolaban Iwan Setiyono, Kamis (9/1) mengatakan, ada ratusan kepala keluarga (KK) atau seribuan jiwa warga disejumlah desa di wilayah Kecamatan Mojolaban rawan terkena banjir. Sebab posisi rumah atau perkampungan mereka dekat atau berada di bantaran Sungai Bengawan Solo. Warga tersebut setiap tahun selalu terdampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo saat musim hujan datang.

Desa terdampak tersebut yakni, Desa Tegalmade, Desa Plumbon, Desa Gadingan, Desa Palur dan Desa Laban. Warga di desa tersebut sekarang suah melakukan persiapan antisipasi datangnya banjir. Bentuknya yakni dengan memindahkan barang berharga ke tempat aman agar tidak terkena air.

Warga sudah biasa saat menghadapi ancaman bencana alam banjir dengan memindahkan barang ke tempat lebih tinggi. Hal itu bertujuan agar barang tidak rusak. Selain itu warga juga memindahkan barang berharga ke rumah saudara terdekat.

Upaya lainnya dilakukan warga dengan membuat jalur evakuasi bersama petugas. Jalur tersebut sudah ada dan dilakukan pembersihan agar saat digunakan tidak ada kendala. Karena terlalu lama tidak digunakan maka jalur evakuasi banyak ditumbuhi tanaman dan rumput liar.

“Warga pada posisi sekarang sudah siaga penuh 24 jam mengantisipasi datangnya bencana alam banjir. Warga melakukan patroli dan ronda malam bersama. Saat debit air Sungai Bengawan Solo naik dan rawan banjir maka warga langsung memukul kentongan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI