Sindikat Pembuat SIM Palsu Diringkus

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Tiga orang tersangka pemalsuan surat ijin mengemudi (SIM) berhasil diamankan Satreskrim Polres Boyolali. Kejadian tersebut bermula polisi mendapat laporan warga terkait pembuatan SIM palsu. Ketiga orang tersebut, yakni Didik Driyanto (44) warga Jebugan Klaten Utara, Klaten, Poniman (35) warga Gayamharjo,Prambanan, Sleman dan Ngatiman (48) alias Heru warga Juruq, Mojosonmgo, Boyolali.

Wakapolres Boyolali, Kompol Eko Kurniawan mengatakan sebelum terbongkarnya kasus pembuatan SIM palsu oleh ketiga tersangka tersebut, bermula adanya kecurigaan seoarang warga berinisial S yang memiliki SIM. “Setelah merasa curiga dengan SIM yang dimilikinya, saudara S ini kemudian menghubungi petugas polisi. Kemudian anggota polisi tersebut menduga berbeda dengan SIM yang aslinya,” katanya, Jumat(17/06/2022).

Dari informasi tersebut Satreskrim Boyolali langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan hasilnya SIM tersebut palsu. “Hasil pengembangan, saudara S tersebut semula memesan SIM terhadap tersangka berinisial N. Jadi N ini memesan SIM kepada D dan saudara D ini bekerjasama dengan P,” jelas Eko.

N bertugas sebagai pencari korban, sSIM yang ditawarkan tersebut beraneka ragam harganya mulai dari Rp500 ribu sampai Rp 700 ribu. “Jadi pembuatan SIM palsu ini sudah ada perannya masing masing. Ada yang mencari korban, ada yang membuatnya kemudian ada yang memasarkanya,” jelas dia.

Sampai saat ini, lanjut Wakapolres, SIM yang sudah beredar sebanyak 22 dan SIM tersebut diberedar di wilayah Boyolali dan sekitarnya. “Menurut pengakuan ketiga tersangka ini katanya baru 22 SIM yang diedarkan,” katanya.

Wakapolres mengimbau kepada masyarakat apabila melakukan pembuatan SIM untuk tidak melalui calo atau jasa pembuatan SIM yang tidak benar. “Untuk pembuatan SIM ini, Satlantas sangat terbuka. Silahkan warga langsung datang ke Satlantas Boyolali,” imbaunya.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa sejumlah SIM B I,SIM A, SIM BII, SIM C, hanphon, satu buah laptop warna hitam dan uang sisa penjualan SIM sebesar Rp 500.000. Ketiga tersangka ditangkap di wilayah Boyolali dan Klaten tanpa perlawanan. (R-3)

BERITA REKOMENDASI