Siswa Mampu Pemegang SKTM Dicoret Dari Daftar Sekolah

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – SMA yang masih kekurangan siswa baru diberi kesempatan membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahap II. Hal itu dilakukan karena dilakukan pencoretan terhadap calon siswa baru yang kedapatan menyalahgunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sukoharjo Sukamto, PPDB online tahap II dilaksanakan SMA mulai Senin – Selasa (19-20/06/2017). Pembukaan dilakukan secara transparan oleh pihak sekolah agar tidak terjadi protes lanjutan dari masyarakat. Pada pelaksanaan PPDB online tahap I pada Senin – Rabu (12-14/06/2017) ditemukan pelanggaran berkaitan dengan penggunaan SKTM.

Beberaap calon siswa baru pengguna SKTM ternyata tidak tepat karena berasal dari keluarga mampu, kondisi tersebut menyebabkan terjadinya protes. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kemudian memerintahkan kepada semua sekolah tingkat SMA/SMK untuk melakukan verifikasi.

Khusus untuk SMA di Sukoharjo dari hasil verifikasi diketahui ada sebanyak 14 siswa dicoret dalam daftar karena menyalahgunakan SKTM. Para siswa tersebut berasal dari keluarga mampu dan tidak berhak menggunakan SKTM.

“PPDB online tahap II SMA dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kuota siswa baru. Kalau sudah penuh maka harus segera dilakukan penutupan,” ujar Sukamto.

Verifikasi dilakukan pihak sekolah dengan menggunakan data calon siswa baru. Petugas kemudian mendatangi rumah dan melakukan pengecekan lapangan. Hasilnya ditemukan pelanggaran penggunaan SKTM oleh 14 siswa. “Kedepan kami harap ada pembenahan petunjuk teknis PPDB online agar tidak terjadi kekisruhan seperti sekarang,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno mengatakan, cukup terkejut dengan hasil temuan verifikasi pihak SMA. Ada siswa dari keluarga mampu yang menggunakan SKTM demi bisa masuk ke sekolah saat PPDB.

Temuan tersebut harus ditindaklanjuti dengan sikap tegas dan sudah dilakukan pihak sekolah. Bentuknya yakni pencoretan siswa keluarga mampu pengguna SKTM dari daftar.

“Verifikasi sudah dilakukan pihak sekolah dan langkah itu tepat untuk melihat kondisi riil calon siswa. Ternyata hasilnya ada pemegang SKTM berasal dari keluarga mampu,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI