Soal Jalan Tol Solo-Yogya, Sosialisasi dan Konsultasi Publik Dinilai Langgar Aturan

KLATEN, KRJOGJA.com – Proyek strategis nasional (PSN) pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta telah dimulai. Di Kabupaten Klaten, tahap awal proyek ini diawali dengan sosialisai dan konsultasi publik pengadaan tanah yang dilaksanakan dari tanggal 4 – 25 Agustus 2020. Tahapan ini memicu persoalan di tingkat masyarakat terdampak.

Ketua Paguyuban warga terdampak tol Solo-Yogyakarta wilayah Klaten, Himawan Pambudi, menyampaikan, bahwa proses pemberitahuan rencana pembangunan (sosialisasi) dan konsultasi publik pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta yang dilaksanakan pada waktu bersamaan tidak sesuai dengan mekanisme pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2012 dan Perpres Nomor 71 Tahun 2012.

“Sesuai UU Nomor 2 Tahun 2012 Pasal 16, 17, 19 dan Perpres Nomor 71 Tahun 2012 Pasal 16, 19, bahwa kegiatan sosialisasi dan konsultasi publik harus dilakukan secara terpisah pelaksanaannya, karena memiliki tujuan yang berbeda. Sosialisasi bersifat pemberitahuan kepada masyarakat luas dan terdampak. Sedangkan konsultasi publik bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan lokasi rencana pembangunan dari pihak yang berhak,” kata Himawan, Rabu (05/08/2020).

BERITA REKOMENDASI