Sopir Angkutan Terminal Tawangsari Keluhkan Sepinya Penumpang

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pengelola Terminal Tawangsari diminta mencari cara agar kondisi terminal ramai. Kondisi sekarang sangat dikeluhkan sopir angkutan umum mengingat sepi penumpang. Masyarakat sekarang lebih tertarik menggunakan kendaraan sendiri dibanding naik transportasi umum.

Koordinator angkutan umum Terminal Tawangsari Gunandar mengatakan, kondisi Terminal Tawangsari sekarang sangat bagus setelah dilakukan pembangunan dan peresmian. Hal tersebut terlihat dari berbagai fasilitas yang disediakan oleh Pemkab Sukoharjo. Contohnya keberadaan kios, ruang tunggu, kamar mandi dan lainnya namun kondisi tersebut tidak sebanding karena terminal tetap sepi.

Dampak dari kondisi tersebut membuat angkutan umum mengalami kesulitan mencari penumpang. Para sopir berharap agar Dishub Sukoharjo segera mencari cara mengatasi masalah. Salah satu yang diharapkan para sopir angkutan yakni petugas melakukan promosi. Selain itu juga dilakukan kampanye gerakan naik angkutan umum pada masyarakat.

"Angkutan umum banyak mengandalkan penumpang dari masyarakat umum khususnya pelajar. Padahal pelajar sekarang banyak yang naik sepeda motor sendiri dampaknya angkutan umum sulit cari penumpang," ujar Gunandar kepada KRJOGJA.com, Selasa (20/03/2018).

Gunandar mencontohkan, seorang sopir angkutan umum saat mangkal di Terminal Tawangsari harus menunggu lama untuk mendapatkan seorang penumpang. Kondisi tersebut membuat pendapatan sopir menurun drastis.

Kesulitan tersebut tidak terjadi pada saat dulu mengingat masyarakat masih suka menggunakan transportasi umum. Sopir dengan mudah mendapatkan penumpang dan target setoran dalam sehari dapat tercapai.

Sopir angkutan umum di Terminal Tawangsari meminta agar pemerintah mengkampanyekan gerakan kembali naik angkutan umum pada masyarakat. Salah satu sasarannya yakni ke sekolah.

Kasat Lantas AKP Finan Sukma Radipta mengatakan, pihaknya siap merespon keluhan para sopir angkutan umum di Terminal Tawangsari terkait sepinya penumpang karena banyak siswa sekolah tingkat SMP yang mengendarai sepeda motor. Kondisi tersebut tidak diperbolehkan karena belum cukup umur. (Mam)

BERITA REKOMENDASI