Sosialisasi Kurang, KPU Sukoharjo Akan Rekrut Relawan Demokrasi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 55 relawan demokrasi akan direkrut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo dalam waktu dekat. Perekrutan dilakukan untuk membantu meningkatkan partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pemilu 2019 baik Pemilu Legislatif (pileg) dan Pemilu Presiden (pilpres). 

Komisioner KPU Sukoharjo Suci Handayani, Jumat (11/1/2019) mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemilu. Sebab waktu pelaksanaan Pemilu 2019 tinggal sekitar tiga bulan lagi atau tepatnya 17 April 2019. Sebelum menghadapi agenda penting nasional tersebut maka dilakukan berbagai upaya agar warga yang sudah memiliki hak pilih bisa memilih dan tidak golput.

Ajakan kepada warga atau para pengguna hak pilih terus dilakukan dengan berbagai sosialisasi. Kegiatan digelar disemua wilayah dan sasaran pemilih baik orang dewasa maupun generasi muda. 

Khusus untuk generasi muda atau pemilih pemula sangat penting disasar oleh petugas karena mereka baru akan kali pertama menggunakan hak pilih saat pemilu. Berbagai informasi penting akan disampaikan KPU Sukoharjo salah satunya berkaitan dengan pentingnya menggunakan hak pilih pemilu.

"Relawan demokrasi ini sangat penting membantu KPU Sukoharjo dalam melakukan sosialisasi dan ajakan tentang pentingnya menggunakan hak pilih pemilu dan tidak golput," ujarnya.

KPU Sukoharjo akan melakukan pembukaan rekrutmen relawan demokrasi dalam waktu dekat. Sejumlah syarat harus dipenuhi relawan demokrasi untuk menjalankan tugas salah satunya bersedia melakukan sosialisasi pemilu kepada masyarakat. Syarat penting lainnya yakni sudah tercatat sebagai pemilih pemilun dan tidak tergabung dalam partai politik (parpol).

Relawan demokrasi yang akan bertugas juga harus menguasai materi berkaitan dengan kepemiluan. Sebab sasaran mereka beragam jenis latar belakang seperti orang dewasa dan generasi muda. 

"Relawan demokrasi ini menjadi mitra KPU Sukoharjo agar partisipasi pemilu 2019 mengalami peningkatan dan tidak turun," lanjutnya.

Pada pelaksanaan pemilu di Sukoharjo angka partisipasi pemilih terus mengalami pergerakan naik turun. Seperti pada pemilu 2004 partisipasi pemilih mencapai 84 persen, pemilu 2009 turun 71 persen dan pemilu 2014 naik 73 persen. Sedangkan pada pemilu 2019 ditargetkan naik sekitar 78 – 80 persen.

KPU Sukoharjo dalam menghadapi pemilu 2019 sudah melakukan sosialisasi baik bertemu secara langsung dengan massa atau masyarakat atau melalui media sosial. Hal itu dilakukan agar masyarakat khususnya pemilik hak pilih pemilu bisa memahami tentang pentingnya pemilu.

"Sosialisasi juga dimaksudkan memberikan informasi benar kepada masyarakat karena banyak beredar informasi tidak benar dan menyesatkan atau hoax. Jadi relawan demokrasi ini ikut membantu menetralkan situasi agar masyarakat tidak terpancing hoax," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI