SPRI Sukoharjo Tolak Kebijakan Pemerintah yang Memberatkan Buruh

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Buruh di Sukoharjo menolak keras kebijakan pemerintah yang memberatkan buruh menjelang peringatan May Day atau Hari Buruh Sedunia 1 Mei mendatang. Penolakan tersebut dilakukan setelah tidak ada perbaikan nasib buruh dengan adanya beberapa kebijakan yang justru semakin merugikan ditengah pandemi virus Corona. Salah satunya seperti dalam Undang Undang Cipta Kerja (ciptaker).

Ketua Forum Peduli Buruh (FPB) sekaligus Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo, Sukarno, Kamis (8/4/2021) mengatakan, buruh di Sukoharjo tetap menolak keberadaan UU Ciptaker karena memberatkan buruh. Penolakan juga dilakukan buruh Sukoharjo terhadap Peratuan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Kedua kebijakan tersebut ditolak sekian lama setelah disahkan karena memberatkan buruh.

Sukarno menegaskan, buruh di Sukoharjo tetap memperjuangkan penolakan kedua kebijakan pemerintah. Termasuk menghadapi peringatan Hari Buruh Sedunia atau Mau Day 1 Mei mendatang. Buruh meminta pada pemerintah untuk menghapus kebijakan yang memberatkan buruh.

“Kebijakan pemerintah yang memberatkan buruh tetap kami tolak. Kami perjuangkan menghadapi May Day nanti. Penolakan karena nasib buruh belum membaik apalagi masih pandemi virus Corona,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI