Sri Mulyani Himbau Warga Buka Puasa di Rumah Saja

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Bupati Klaten Hj Sri Mulyani mengimbau warganya untuk berbuka puasa dan makan sahur di rumah masing-masing bersama keluarga inti. Namun demikian, jika menggelar kegiatan buka bersama diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dan pembatasan jumlah peserta maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan.

Ketentuan itu tertuang dalam SE Bupati nomor 450/218/02 tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1442 H. SE Bupati tersebut merujuk pada SE Menteri Agama dan himbauan MUI Jawa Tengah.

SE tersebut juga mengijinkana adanya kegiatan ibadah Ramadhan digelar di masjid-masjid atau mushala di kawasan RT yang tidak masuk dalam zona merah dan oranye penyebaran covid 19. Untuk kegiatan ibadah di masjid dan mushala juga tetap diwajibkan memenuhi protokol kesehatan yakni ceramah atau kultum paling lama 15 menit.

Setiap jamaah masing-masing membawa sajadah atau mukena sendiri. Jumlah jamaah paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/mushala, dan dengan jarak aman minimal 1 meter antar jamaah.

Bupati berharap warga dalam menjalankan ibadah Ramadhan tetap berpedoman pada SE tersebut, agar berjalan lancar dan aman. “Saya berharap masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid 19, dan berpedoman pada SE tersebut,” kata Bupati Klaten.

Asisten Pemerintahan Pemkab Klaten, dr Ronny Roekmito M.Kesmengemukakan, sesuai zonasi PPKM mikro berbasis RT, masjid dan mushala yang masuk dalam zona merah (resiko tinggi) dan zona oranye (resiko sedang), tidak boleh menggelar ibadah.

Lebih lanjut dr Ronny menjelaskan, dari hasil pemetaan, saat ini tidak ada RT yang masuk kategori zona merah dan oranye sesui PPKM mikro. “Dari total 9.592 RT, sebanyak 244 RT dalam zona kuning dan sisanya di zona hijau. Tidak ada yang di zona merah atau oranye,” kata dr Ronny. (Sit)

BERITA REKOMENDASI