Sri Mulyani Tegaskan Umbul Ingas Aset Desa

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Bupati Klaten Sri Mulyani menegaskan Umbul Ingas di Desa Cokro Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten merupakan aset milik desa sehingga harus segera disertifikatkan.

“Pemerintah Desa Cokro segera saya minta untuk memproses penyertifikatan lahan Umbul Ingas,” ujar Sri Mulyani saat ditemui usai rapat di Gedung B1 Setda Klaten, Jumat (07/08/2020).

Menurutnya, Pemerintah Desa Cokro telah memiliki bukti kuat bahwa Umbul Ingas merupakan aset milik desa. Hal itu sudah tertulis pada buku bondo desa sejak tahun 1952.

“Memang kemarin sudah diusulkan penyertifikatan tapi terpending, mungkin karena Pemerintah Kota Surakarta (Solo) juga mengklaim bahwa memiliki aset di situ,” ujarnya.

Sri Mulyani melihat Pemerintah Kota Surakarta telah memanfaatkan dan mengelola air Umbul Ingas sejak tahun 1928. Namun, mengelola dan memanfaatkan bukan berarti memiliki. “Kapemilikan Umbul Ingas tetap milik Desa Cokro, Kabupaten Klaten,” tandasnya.

Kepala Bagian Hukum Setda Klaten, Sri Rahayu, menambahkan, pihaknya segera berkoordinasi untuk menyiapkan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh selanjutnya. “Ditunggu saja,” ujarnya.

Kepala Desa Cokro, Heru Budi Santosa, mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan dan mempertahankan apa yang menjadi hak desa. Seperti halnya kawasan Umbul Ingas. Lahan seluas 9.875 meter persegi tersebut merupakan aset milik desa.

“Prinsipnya tetap memperjuangkan dan mempertahankan apa yang dimiliki desa. Lahan Umbul Ingas seluas 9.875 meter persegi tertulis di buku bondo desa tahun 1952. Ada juga di peta desa. Dokumen asli masih ada,” ujarnya.

Sementara itu sebagai informasi, dikutip dari laman jatengprov.go.id, Pemerintah Kota Surakarta menerima dua duplikat arsip dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terkait sumber air yang dikelola oleh PDAM Surakarta di Cokro Tulung dan Sri Wedari.

Arsip tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Akusisi ANRI, Rudi Anton kepada Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Loji Gandrung, Senin (03/08/2020).

Wali kota menjelaskan, Pemkot Surakarta meminta sejumlah duplikat arsip kepada ANRI sebagai upaya mengetahui sejarah melalui arsip yang disimpan ANRI. Pemkot Surakarta akan mengurus Cokro Tulung karena dikelola PDAM Kota Solo sejak 1928. (Lia)

BERITA REKOMENDASI