Sri Sumarni Kebanjiran Order Membuat Abon

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN (KRjogja.com) – Momen Idul Adha memberikan berkah bagi Sri Sumarni (52) warga Pringtutul, Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten. Ia mendapatkan banyak order untuk membuatkan abon dari daging kurban.

Di sela melakukan proses pembuatan abon di rumahnya, Sri Sumarni Senin (4/9) mengemukakan, ia melihat peluang usaha yang bagus pada momen Idul Adha. Yakni warga memiliki daging kurban melimpah. Biasanya hanya disimpan di kulkas sampai berhari-hari.

Sehubungan hal itu ia membuka jasa untuk pembuatan abon daging sapi. Dengan dimasak menjadi abon, maka daging kurban yang melimpah akan lebih awet disimpan sebagai persediaan lauk. “Saya mencoba memberikan solusi pada masyarakat yang memiliki daging kurban dalam jumlah banyak, agar lebih awet, bisa disimpan lebih lama,” kata Sri Sumarni.

Lebih lanjut Sri Sumarni menjelaskan, untuk jasa pembautan abon, ia tetap mengutamakan kualitas dan rasa. Abon daging sapi buatan Sri Sumarni tersebut bisa tahan selama enam hingga delapan bulan, sehingga bisa disimpan dan dimanfaatkan saat tidak memiliki lauk.

Selama Idul Adha, banyak warga berdatangan membawa daging kurban untuk dijadikan abon. Hingga Senin kemarin sudah sekitar 200 Kg daging yang diproses menjadi abon di rumah Sri Sumarni. Proses pembuatan abon memerlukan waktu yang cukup lama, karena Sri Sumarni mengolah daging menjadi abon dengan cara yang benar-benar tradisional. Namun dari rasa dan kualitas tetap prima.

“Saya dibantu lima orang. Proses lumayan lama. Pertama daging sapi harus dipilahkan yang bagus dan yang tidak bagus. Selanjutnya direbus hingga benar-benar matang agar seratnya mudah ditumbuk menjadi lembut. Setelah daging ditumbuk masih perlu proses pelembutan lagi, sembari diberikan bumbu-bumbu. Proses selanjutnya digoreng hingga beberapa jam, lalu dipress sehingga minyak dalam abon benar-benar kering,” jelas Sri Sumarni pula.

Abon harus dipress sampai kering, dimaksdukan agar abon tidak mudah berjamur sehingga tahan sampai berbulan-bulan. Masyarakat yang memeinta jasa pembuatan abon tidak hanya di lokal Klaten melainkan juga dari wilayah Gunung Kidul. Biasanya order terus berdatangan hingga seminggu pasca Idul Adha. (Sit) 

BERITA REKOMENDASI